Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRI Buka Suara soal Buyback, Keputusan Belum Akan Diambil Terburu-buru

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRI Buka Suara soal Buyback, Keputusan Belum Akan Diambil Terburu-buru Doc: ANTARA/ HO-BRI
Ket. Ilustrasi - Gedung BRI.

JAKARTA – Buyback saham BUMN dapat dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perusahaan di tengah dinamika pasar.

Langkah ini tidak hanya berpotensi menopang harga saham saat terjadi tekanan jual, tetapi juga meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui pengurangan jumlah saham beredar.

Dari sisi pasar, aksi buyback menunjukkan bahwa BUMN memiliki likuiditas dan fundamental yang cukup kuat untuk mengalokasikan dana guna menjaga stabilitas valuasi.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi keuangan perusahaan serta kemampuan buyback dalam diikuti oleh perbaikan kinerja operasional dan profitabilitas jangka panjang.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan mengkaji secara cermat mengenai wacana buyback saham, menyusul pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan para pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Selasa (9/6).

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (12/6).

Bagi BRI, penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

“Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hery.

Hery menilai, perhatian berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya sektor perbankan yang tetap menunjukkan kinerja dan fundamental yang solid.

Menurutnya, stabilitas pasar yang terjaga merupakan faktor penting dalam mendukung iklim investasi yang sehat.

“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery.

Hery, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), menambahkan bahwa fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen (yoy).

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” kata Hery.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.