Kreatif dan Inovatif Banget! Dosen ITB Ini Sulap Sampah Organik Jadi Telur dan Daging
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 14:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Di tengah persoalan sampah yang tak kunjung usai di Kota Bandung, sebuah terobosan inovasi sederhana namun revolusioner lahir dari sebuah lingkungan permukiman di RW 02 Kelurahan Pasirlayung.
Tumpukan sisa sayuran, kulit buah, hingga limbah dapur yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini justru berubah menjadi sumber pangan bergizi berupa telur, ayam kampung, ikan, hingga entok.
Inovasi tersebut diberi nama Bersemi Farm: Dari Sampah Menjadi Gizi, sebuah konsep peternakan terpadu berbasis pengolahan sampah organik yang digagas dosen Program Studi Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB), Linus Pasasa.
Berbekal keresahan sebagai warga Bandung terhadap krisis sampah yang terus berulang, Linus menghadirkan Apartemen Ayam Maggot, sebuah sistem peternakan vertikal yang mampu mengolah sampah organik hanya dalam waktu dua hari sekaligus menghasilkan sumber protein bagi masyarakat.
"Saya sebagai warga Bandung merasa prihatin melihat persoalan sampah. Sebagai dosen, saya berpikir bagaimana ilmu yang kami miliki bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Dari situlah lahir Bersemi Farm, dari sampah menjadi gizi," kata Linus di Pasirlayung, Selasa (23/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Di balik gagasan tersebut tersimpan rekam jejak akademik yang panjang. Linus merupakan dosen Program Studi Fisika ITB yang menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di ITB pada 1989, melanjutkan Magister (S2) di kampus yang sama pada 1993, kemudian meraih gelar Doktor (S3) dari Universität Karlsruhe, Jerman, pada 1999.
Selama lebih dari dua dekade menjadi akademisi, ia aktif mengembangkan penelitian di bidang fisika kebumian, mitigasi bencana, kecerdasan buatan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Dalam beberapa tahun terakhir, fokus pengabdian masyarakat dan riset Linus semakin mengarah pada pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular.
Pada 2026, ia memimpin program Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Ayam Petelur untuk Mendukung Penurunan Stunting di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kota Bandung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun yang sama, ia juga mengembangkan inovasi “Dari Sampah Menjadi Gizi: Pengolahan Sampah Organik Perkotaan Berbasis Maggot BSF dan Ayam Petelur untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis", yang menjadi salah satu landasan ilmiah lahirnya Bersemi Farm.
Tidak hanya itu, pada 2026 Linus juga menjalankan program edukasi mitigasi bencana gempa dan longsor berbasis maket serta video animasi di Padawaras, Tasikmalaya, sekaligus mempublikasikan penelitian mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendeteksi ambang curah hujan pemicu longsor di kawasan Bandung Highlands.
Hal tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Komitmen terhadap pengelolaan sampah sebenarnya telah dimulai jauh sebelum Apartemen Ayam Maggot berdiri.
Pada 2025, ia mengembangkan teknologi pengelolaan sampah organik dan sampah plastik menuju konsep Zero Waste di MTs Muhajirin melalui penerapan komposter dan hidroponik.
Pada tahun yang sama, ia juga melakukan survei dan analisis air tanah di kawasan Rajamandala-Cianjur-Sukabumi serta pendampingan eksperimen fisika berbasis sensor smartphone bagi guru dan siswa SMA di Kota Depok.
Sementara pada 2024, Linus memimpin program Penerapan IPTEKSAINS dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) di RW 02 Kelurahan Pasirlayung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!