Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

YLKI: Pemblokiran Rekening Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat terhadap Bank

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 18:17 WIB | Oleh:
YLKI: Pemblokiran Rekening Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat terhadap Bank Doc: Freepik

JAKARTA - Pemblokiran rekening secara sepihak dinilai berdampak pada kepercayaan publik terhadap layanan perbankan. Banyak konsumen merasa khawatir dan tidak nyaman setelah rekeningnya dibekukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Padahal, menurut Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, konsumen merupakan pemilik sah dana tersebut. "Konsumen percaya menaruh uangnya di bank, tetapi tiba-tiba diblokir," ujar dia, Jumat (1/8).

Menurut Rio, YLKI menerima banyak aduan masyarakat yang rekeningnya diblokir meski hanya beberapa bulan tidak digunakan. Padahal, tidak aktifnya rekening bukan berarti tidak digunakan sama sekali.

"Banyak yang sengaja mengendapkan uangnya untuk biaya pendidikan atau kebutuhan darurat," ujarnya. Sayangnya, rekening-rekening itu tetap dibekukan tanpa penjelasan memadai.

Rio menilai PPATK tidak mempertimbangkan aspek perlindungan konsumen dalam kebijakan ini. Dia menyarankan agar sebelum pemblokiran dilakukan, nasabah diberi informasi dan tenggang waktu.

"Harusnya ada verifikasi dulu, tidak langsung diblokir," ucap dia seraya menyebut ini sebagai pemikiran yang terbalik.

Menurut Rio, ada baiknya diterapkan sistem pengkategorian jenis rekening.

Misalnya rekening kategori hijau tidak perlu diblokir, kuning wajib diberi peringatan, dan merah bisa langsung dibekukan. Dengan demikian, masyarakat tidak akan merasa dirugikan secara sepihak.

YLKI juga menyoroti lamanya proses membuka blokir rekening yang sudah dibekukan. "Bagi kami, waktu lima hari bagi PPATK mungkin cepat, tetapi bagi konsumen itu cukup lama," ucap dia.

Jika proses memakan waktu lebih dari tiga hari, YLKI menyarankan adanya kompensasi kepada nasabah. Sebab, dana yang diblokir merupakan milik sah konsumen itu sendiri.

"Jangan sampai konsumen dirugikan dua kali, rekening diblokir tetapi kemudian dibuka lagi sama-sama menyusahkan," kata Rio.

Karena itu, dia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam kebijakan pemblokiran rekening seperti ini. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.