Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wacana Merger GoTo dan Grab Jadi Sorotan Pasar, Berikut Profil dan Kinerja Kedua Perusahaan

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Wacana Merger GoTo dan Grab Jadi Sorotan Pasar, Berikut Profil dan Kinerja Kedua Perusahaan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Driver ojek online Grab dan Gojek tengah menjemput penumpang.

JAKARTA - Potensi nilai bisnis dari merger PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab dinilai sangat besar karena menggabungkan dua ekosistem digital terbesar di Asia Tenggara.

Dengan basis pengguna ratusan juta dan layanan yang mencakup transportasi daring, pengiriman makanan, serta layanan keuangan digital, merger ini dapat menciptakan entitas dengan valuasi gabungan yang signifikan dan daya tawar tinggi di pasar regional.

Sinergi operasional dapat menekan biaya, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat monetisasi data konsumen. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, tantangan integrasi sistem, penyatuan budaya korporasi, dan pengawasan regulasi antimonopoli harus dikelola secara hati-hati agar merger ini benar-benar menghasilkan efisiensi dan nilai tambah berkelanjutan bagi pasar.

GoTo adalah perusahaan teknologi hasil merger antara Gojek dan Tokopedia pada tahun 2021, yang menjadi simbol integrasi dua ekosistem digital terbesar di Indonesia.

Melalui tiga lini utama—on-demand services (layanan transportasi dan pesan-antar), e-commerce, dan financial technology—GoTo membangun ekosistem terpadu yang melayani jutaan konsumen dan pelaku usaha.

Secara bisnis, GoTo berfokus pada menciptakan sinergi antara mobilitas, belanja daring, dan layanan keuangan untuk memperkuat loyalitas pengguna serta memperluas peluang monetisasi.

Dengan jaringan mitra pengemudi, penjual, dan konsumen yang luas, perusahaan ini berperan penting dalam mendukung digitalisasi ekonomi nasional.

Meski menghadapi tantangan profitabilitas dan persaingan ketat di sektor digital, GoTo terus mengarahkan strategi bisnisnya menuju efisiensi operasional dan pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi teknologi dan ekspansi layanan berbasis data.

GoTo menyebut dirinya sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia, dengan misi “empower progress”. Ekosistem GoTo terbagi dalam beberapa pilar utama—layanan on-demand (mobilitas, pesan-antar), e-commerce (Tokopedia), dan layanan keuangan/fintech (GoTo Financial).

Pengguna bertransaksi secara bulanan atau Monthly Transacting Users (MTU) di ekosistem GoTo tumbuh 16% YoY per akhir 2024. Jumlah orang yang “dilayani” melalui ekosistem ini mencapai 270+ juta (sebagai jangkauan layanan) per akhir 2024.

Laba bersih yang dibukukan perusahaan pada 2024 tercatat sekitar Rp 386 miliar. GoTo menyatakan bahwa mereka berkontribusi lebih dari 2,2% terhadap PDB Indonesia pada 2022.

Super-App Terdepan

Sementara itu, Grab adalah perusahaan teknologi asal Singapura yang beroperasi sebagai super-app terdepan di Asia Tenggara, menyediakan layanan yang mencakup transportasi daring, pengantaran makanan, logistik, dan keuangan digital.

Didirikan pada 2012 oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, Grab berkembang dari aplikasi pemesanan taksi menjadi platform multifungsi yang melayani jutaan pengguna di delapan negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.