Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Wilayah Hulu Telah Rusak, Jangan Salahkan Air yang Turun Tanpa Peringatan

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:56 WIB | Oleh:


Peran pemda

Penanganan yang dilakukan pemerintah daerah di Bima dan Dompu memperlihatkan dua fase penting dalam menghadapi bencana, yakni tanggap darurat dan upaya mitigasi jangka panjang. Ketika banjir melanda, aparat di lapangan segera bergerak.

Di Dompu, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI/Polri, dan aparatur desa langsung melakukan asesmen serta membersihkan material banjir yang menumpuk di jalan dan permukiman warga.

Sementara di Bima, pemerintah kota mengerahkan petugas bersama masyarakat untuk membersihkan lumpur dan memperbaiki fasilitas yang terdampak.

Respons cepat di lapangan memang patut diapresiasi, tetapi itu belum cukup menandakan kesiapan daerah dalam aspek mitigasi.

Strategi jangka panjang, seperti memperkuat fungsi hidrologi, mengubah perilaku masyarakat terhadap sistem drainase, dan membangun tata ruang yang selaras dengan arah aliran air masih belum berjalan optimal.

Di kawasan perbukitan yang menjadi hulu air, alih fungsi lahan ke pertanian intensif atau lahan terbuka justru memperbesar risiko luapan.

Tanpa langkah pemulihan atau penghijauan, sungai-sungai yang kian menyempit akan terus menjadi ancaman laten, ibarat bom waktu yang hanya menunggu saatnya meledak.

Dalam konteks ini, pemerintah daerah sejatinya memegang peran strategis. Mereka bukan hanya bertugas menanggulangi bencana setelah terjadi, tetapi juga merancang bagaimana air seharusnya mengalir, bagaimana kesadaran warga dibangun, serta bagaimana infrastruktur penahan air dibangun sesuai karakter wilayah.

BPBD NTB pernah menegaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota harus bertindak lebih dulu karena merekalah yang paling dekat dengan lokasi kejadian, sementara pemerintah provinsi siap memberikan dukungan.

Hanya saja, harapan ideal itu belum sepenuhnya berjalan di lapangan. Koordinasi antarinstansi, ketersediaan anggaran, dan penentuan prioritas masih sering berjalan sendiri-sendiri.

Akibatnya, meski tindakan cepat selalu muncul, setelah bencana, upaya pencegahan sebelum air turun masih jauh dari kata siap.


Solusi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.