Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Tersungkur! Ancaman Blokade AS ke Teluk Oman Picu Kepanikan Pasar

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tersungkur! Ancaman Blokade AS ke Teluk Oman Picu Kepanikan Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi geopolitik, khususnya rencana Amerika Serikat (AS) memperluas blokade hingga kawasan Teluk Oman.

Langkah ini dipersepsikan berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, terutama minyak, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga dan tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sentimen tersebut mendorong investor global beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang. Rupiah pun terdampak melalui kombinasi arus keluar modal dan meningkatnya permintaan terhadap dolar.

Kondisi ini menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar domestik masih sangat rentan terhadap dinamika eksternal, terutama yang berkaitan dengan geopolitik dan rantai pasok energi global.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (14/4) melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.127 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu ancaman AS untuk memperluas blokade terhadap Selat Hormuz hingga Teluk Oman.

“Militer AS mengatakan pada hari Senin (13/4) bahwa blokade mereka terhadap Selat Hormuz akan meluas ke timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab, sementara data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal berbalik arah di selat tersebut saat blokade mulai berlaku,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mengutip Anadolu, Komando Pusat (CENTCOM) AS mulai memblokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin (13/4), setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai di tengah gencatan senjata.

CENTCOM mengatakan, blokade akan diberlakukan “dengan tidak membeda-bedakan kapal-kapal dari semua negara” yang singgah di pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman, dan menambahkan bahwa kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz ke pelabuhan selain Iran tidak akan terpengaruh.

“Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk setelah runtuhnya pembicaraan akhir pekan di Islamabad yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis tersebut,” kata dia.

Di sisi lain, tanda-tanda potensi dialog AS-Iran untuk mengakhiri perang mengurangi kekhawatiran tentang risiko pasokan yang berasal dari blokade AS terhadap Selat Hormuz.

“Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan dialog antara Iran dan AS masih berlangsung, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan,” ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.135 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.122 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.