Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budi Daya Lele di Galon untuk Penuhi Gizi Keluarga

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Daya Lele di Galon untuk Penuhi Gizi Keluarga Doc: Antara
Ket. Keluarga penerima manfaat memelihara bibit lele di dalam galon bekas untuk cegah stunting dalam program Solusi dan Aksi Keluarga Anti Stunting (SAKARI) di Padukuhan Geneng, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Bantul - Masyarakat Geneng, Kalurahan (setingkat desa) Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan galon bekas air mineral untuk budi daya ikan lele melalui Program Solusi dan Aksi Keluarga Cegah Stunting (Sakari).

"Program Sakari ini merupakan budi daya lele di keluarga penerima manfaat sebagai upaya untuk membantu pemenuhan gizi keluarga secara mandiri dan mencegah stunting," kata Kepala Dukuh Geneng Anik Asmoro Wati saat ditemui di salah satu rumah warga penerima manfaat budi daya lele di Bantul, Kamis.

Menurut dia, program budi daya lele mudah diterapkan karena praktis, dengan memanfaatkan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar rumah.

"Masyarakat tidak memerlukan kolam berukuran besar untuk memelihara lele, sehingga program tersebut dapat dijalankan oleh hampir semua keluarga," katanya.

Ia mengatakan program ini sangat bagus, karena bisa memanfaatkan barang sekitar untuk ketahanan pangan keluarga dan semua orang bisa memelihara lele di rumah tanpa harus memiliki kolam yang besar.

"Lele merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang baik, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga," katanya.

Salah satu penerima Program Sakari, Subarno, ditemui di lokasi budi daya di rumahnya mengatakan bantuan bibit lele beserta media budi daya dan pelatihan perawatan memberi wawasan baru bagi warga dalam menjaga kesehatan ikan hingga masa panen.

"Bibit lele membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga siap dipanen dan dikonsumsi," katanya.

Ia berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan dengan penyaluran bibit yang dilakukan secara berkala tanpa harus menunggu seluruh peserta selesai masa panen, sehingga masyarakat dapat terus membudidayakan lele sebagai sumber protein keluarga.

Program Sakari merupakan inovasi yang diinisiasi Forum Generasi Berencana (Genre) DIY untuk mendukung percepatan pencegahan stunting melalui pemberdayaan keluarga.

Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan DIY bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Foodbank of Indonesia, serta Universitas Respati Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Rwanda Bidik Perjanjian Dag...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.