Gempa Jepang Tewaskan 34 Orang, Cuaca Ekstrem Sulitkan Evakuasi
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKUMAMOTO – Tim penyelamat Jepang hingga Kamis (30/7) masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di pusat perbelanjaan yang runtuh akibat gempa bumi dua hari sebelumnya. Sementara itu, jumlah korban tewas dilaporkan meningkat menjadi 34 orang, di tengah gelombang panas ekstrem yang menyulitkan proses evakuasi.
Seperti dilansir dari AFP, Kantor Manajemen Bencana Kumamoto melaporkan tujuh jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan pusat perbelanjaan Aeon yang dipenuhi puing beton, baja, dan kabel. Bangunan tersebut diduga runtuh akibat ledakan gas yang terjadi setelah gempa pada Selasa (28/7).
Selain itu, delapan orang dipastikan tewas di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro setelah sebagian cerobong asap berwarna merah-putih roboh.
Lima orang lainnya masih dalam kondisi kritis akibat gempa berkekuatan 7,1 magnitudo, sementara hampir 9.500 warga mengungsi di berbagai pusat evakuasi di Pulau Kyushu, Jepang barat daya.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas, merobohkan rumah-rumah, merusak jembatan, memicu kebakaran, serta memutus pasokan listrik dan air bagi puluhan ribu warga. Suhu udara diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius pada akhir pekan ini, sehingga memperburuk kondisi para penyintas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga Kamis, sekitar 13.520 rumah tangga masih belum mendapatkan aliran listrik.
Ratusan warga lanjut usia—di negara dengan populasi lansia tertua kedua di dunia—terpaksa bertahan di lantai keras pusat-pusat evakuasi untuk menghindari panas yang menyengat.
"Syukurlah ada tempat-tempat penampungan ini," ujar seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku sempat bertahan di rumah dan di dalam mobil, tetapi cuaca yang sangat panas serta banyaknya nyamuk membuatnya memilih mengungsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam cuaca sepanas ini, jika tidak ada listrik dan pendingin udara, kondisinya sangat sulit," kata Hiroyuki Matsushima (53), seorang pegawai supermarket dan ayah empat anak, kepada AFP.
Kota Hikawa menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Banyak bangunan tua runtuh, sementara pasokan listrik dan air belum pulih.
"Masalah terbesarnya adalah tidak ada toilet. Saya harus pergi ke sekolah terdekat," kata Kinuko Uemura (85), yang bersama suaminya selamat setelah rumah tradisional mereka ambruk.
Pusat perbelanjaan Aeon sempat dievakuasi sesaat setelah gempa. Namun, sekitar 50 menit kemudian bangunan itu hancur akibat ledakan besar ketika diduga masih ada sejumlah karyawan di dalam.
Pengusaha Fumihiko Matsuura (56) mengaku baru mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut sekitar sepekan sebelumnya untuk menonton film Toy Story terbaru.
"Saya ada di sini. Saya baru saja di sini," katanya kepada AFP. "Sepertinya saya nyaris lolos dari bahaya."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!