Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Salju Abadi Belahan Bumi Utara Terancam Jadi Hujan Berlebih

📅 Senin, 27 Okt 2025, 22:52 WIB | Oleh:
Salju Abadi Belahan Bumi Utara Terancam Jadi Hujan Berlebih Doc: AFP/OLIVIER MORIN

URUMQI - Sebuah studi terbaru memberikan wawasan baru tentang bagaimana pemanasan global mengubah pola curah hujan dan hujan salju ekstrem di belahan bumi utara selama tujuh dekade terakhir.

Studi tersebut yang dipimpin oleh para peneliti dari Institut Ekologi dan Geografi Xinjiang (Xinjiang Institute of Ecology and Geography) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS), telah dipublikasikan dalam jurnal Advances in Climate Change Research.

Menurut studi tersebut, pemanasan global mengubah distribusi presipitasi baik dalam bentuk padat maupun cair, yang menyebabkan perubahan intensitas serta frekuensi curah hujan dan salju ekstrem.

Dengan menggunakan data analisis ulang ERA5-Land yang mencakup periode 1950 hingga 2022, para peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap tren jangka panjang, sensitivitas suhu serta mekanisme pendorong curah hujan dan salju ekstrem di seluruh belahan bumi utara.

Mereka menemukan selama tujuh dekade terakhir, curah hujan ekstrem meningkat dengan laju 0,269 mm per tahun, hampir sembilan kali lebih cepat daripada laju peningkatan hujan salju ekstrem, yaitu 0,029 mm per tahun.

Studi itu juga menunjukkan suhu yang lebih hangat terutama akan berkontribusi pada peningkatan curah hujan ekstrem, tetapi memberikan efek yang relatif kecil terhadap hujan salju ekstrem.

"Presipitasi ekstrem merupakan faktor penting dalam manajemen risiko. Wilayah lintang tengah sebaiknya memprioritaskan pengelolaan risiko banjir yang didorong oleh meningkatnya curah hujan, sementara wilayah lintang tinggi dan pegunungan perlu mengatasi risiko-risiko bahaya terkait dengan salju," tutur Li Yupeng, penulis pertama studi tersebut.

Li menyatakan studi tersebut memberikan wawasan untuk memahami pola presipitasi ekstrem global dan mendukung perancangan strategi adaptasi iklim serta pencegahan bencana yang spesifik untuk setiap wilayah. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Russia Mungkin Akan Menyera...

Garuda Muda Rebut Podium Ketiga Piala AFF U-19

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Garuda Muda Rebut Podium Ke...
Nasional
DPR RI Dorong Evaluasi Atur...
Daerah
TNI Ajak OPM yang Masih di ...
Daerah
Pemkot dan Forkopimda Inten...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.