Meriam Kuno Peninggalan Inggris yang Terbengkalai di Mukomuko
📅 Minggu, 26 Okt 2025, 21:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Mukomuko - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengusulkan anggaran perbaikan alas dua meriam kuno di SDN 01 Kota Mukomuko yang ambruk karena usia, sebagai bagian dari langkah melestarikan cagar budaya di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Sri Hawani di Mukomuko, Minggu, mengatakan bukan pemerintah daerah bermaksud memindahkan meriam, melainkan menindaklanjuti kondisi alas meriam di SDN 01 Mukomuko yang ambruk.
“Tujuan kami bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi sebenarnya untuk melestarikan cagar budaya yang ada di Kabupaten Mukomuko,” katanya.
Sejak sepekan terakhir beredar informasi Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko berencana memindahkan meriam kuno dari SDN 01 Kota Mukomuko ke Gedung Daerah Mukomuko. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, kondisi fisik meriam dinilai tidak memungkinkan untuk diangkat.
“Melihat situasi di lapangan, kami berpikir apakah memungkinkan dibuat pedestal (alas) baru tanpa harus memindahkan meriamnya,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena dana dari APBD belum tersedia, pihaknya menyampaikan kepada BPCB agar dapat memberikan bantuan pembangunan alas meriam tersebut.
Meriam yang kondisinya ambruk itu, kata dia, membutuhkan alas agar lebih terjaga dan terlindungi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Selain untuk melestarikan, langkah tersebut juga bertujuan mengembangkan, memanfaatkan, dan melindungi benda bersejarah itu.
“Jadi, tujuan kami bukan untuk memindahkan, tetapi justru untuk melindungi,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait dengan hal itu, pihaknya telah menggelar rapat dengan Badan Musyawarah Adat dan masyarakat Kabupaten Mukomuko dengan hasilnya, berupa kesepakatan bahwa meriam dapat dipindahkan asalkan masih berada dalam satu kawasan.
“Tujuannya untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan dalam lingkup kawasan tersebut saja,” ujarnya.
Terkait dengan anggaran pembangunan alas meriam, pihaknya mengusulkan agar bisa dicantumkan dalam APBD Kabupaten Mukomuko Tahun 2026.
Sri Hawani mengatakan sejauh ini terdapat tujuh meriam kuno peninggalan Inggris di Kabupaten Mukomuko, dengan rincian dua meriam di Kantor Camat Kota Mukomuko, dua di SDN 01 Kota Mukomuko, dua di Benteng Anna peninggalan Inggris, dan satu di Desa Bantal, Kecamatan Teramang Jaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!