Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satgas Pangan Gorontalo Telusuri Penjualan Beras di Atas HET

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 07:30 WIB | Oleh:
Satgas Pangan Gorontalo Telusuri Penjualan Beras di Atas HET Doc: antara foto
Ket. Satgas Pangan Gorontalo telusuri penjualan beras di atas HET di pasar tradisional maupun pasar modern.

GORONTALO - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Gorontalo menelusuri penjualan beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yang diterapkan oleh pedagang di pasar tradisional dan modern di Gorontalo.

Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Gorontalo Kompol Agus Dwi Cahyono di Gorontalo, Kamis (23/10) mengatakan dalam sidak hari pertama, Tim Satgas menemukan masih banyak pedagang yang menjual beras di atas HET.

"Hari ini kami perdana melakukan pemantauan ke pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Hasilnya rata-rata penjualan beras masih di atas HET," kata Agus.

Para pedagang mengaku sebelumnya membeli beras kepada pedagang besar dengan harga yang tinggi, sehingga mereka juga harus menerapkan harga eceran yang lebih tinggi dari harga beli.

Untuk menyelidiki sumber masalah tersebut, Tim Satgas yang terdiri dari Ditkrimsus Polda, Badan Pangan Nasional, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bulog, menggelar sidak ke seluruh pedagang dan penyalur hingga petani beras di Gorontalo.

Jika di kemudian hari ditemukan ada pihak yang dengan sengaja menjual beras dengan harga lebih tinggi atau di atas HET, maka Tim Satgas akan memberikan teguran atau peringatan.

Selanjutnya jika dalam kurun waktu satu minggu pihak yang diberikan teguran tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka Tim Satgas segera merekomendasikan kepada pihak yang berwenang untuk mencabut izin usaha dari pemilik.

Satgas Pangan akan terus menelusuri dimana letak atau terjadinya permainan harga beras, karena dari sinilah persoalan harga bermula dan menimbulkan kelangkaan hingga naiknya harga beras melebihi harga normal.

"Saat ini tercatat harga beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram. Penjualan rata-rata saat ini sudah mencapai Rp15.000 sampai Rp16.000 per kilogram. Inilah yang harus kita telusuri," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Megapolitan
Buka Workshop PAUD, Pramono...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.