Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Agama Nasaruddin Umar Serukan Kurikulum Cinta: Cara Baru Satukan Perbedaan di Indonesia

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 13:12 WIB | Oleh:
Menteri Agama Nasaruddin Umar Serukan Kurikulum Cinta: Cara Baru Satukan Perbedaan di Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. (Kiri ke kanan) Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Pembina Formas Hashim Djojohadikusumo, Ketua Umum Formas Yohanes H Budhisedjati, dan Ketua Panitia Doa Bersama Serian Wijatno menghadiri doa bersama di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa kurikulum cinta perlu menjadi pedoman kehidupan yang kokoh agar perbedaan yang ada dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama dalam bingkai kebinekaan.

"Kurikulum cinta perlu ditata sedemikian rupa, bagaimana supaya perbedaan ini diramu menjadi sebuah lukisan. Kebinekaan ini adalah lukisan Tuhan, tidak boleh ada siapa pun yang merusaknya. Indonesia ini adalah lukisan Tuhan yang terindah di dunia," ujar Menag saat Doa Bersama Lintas Agama yang diselenggarakan Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Jakarta, Sabtu.

Acara ini diawali dengan pembacaan doa oleh perwakilan enam agama, yakni dari Katolik, Kristen, Konghucu, Hindu, Budha, dan Islam.

Turut hadir Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhisedjati, Ketua Dewan Pembina Formas Hasyim Djojohadikusumo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Mahfud MD, dan Habib Luthfi bin Yahya.

Menag mengajak masyarakat untuk memperbanyak ruang spiritualitas dan tempat ibadah sebagai sarana penyadaran dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

‎"Makin banyak tempat-tempat berdoa kepada Tuhan, makin banyak tempat penyadaran diri terhadap Tuhannya. Itu lebih baik daripada rumah-rumah preman yang mengajak orang menjauhi Tuhan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga memimpin doa bersama yang berisi permohonan ampun dan harapan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang damai, sejahtera, dan berkarakter.

Ketua Panitia Doa Bersama Formas Serian Wijatno menegaskan pentingnya berbagai ikhtiar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk melalui kegiatan doa lintas agama.

"Salah satunya dengan ikhtiar spiritual, yakni doa bersama lintas agama untuk Indonesia," katanya.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya kolaborasi dan persatuan nasional di tengah potensi polarisasi.

Ia juga mengapresiasi berbagai kemajuan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mendorong pengawasan terhadap praktik korupsi.

"Saya bangga terhadap Presiden RI Prabowo Subianto atas berbagai kemajuan yang dicapai. Namun, kita tetap harus waspada terhadap praktik korupsi dan terus mengawal program-program seperti Sekolah Rakyat untuk memperbaiki nasib jutaan anak bangsa," kata dia.

Acara doa lintas agama tersebut menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai kasih, toleransi, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ada Pidato Presiden, Hindar...

Rumah Vinna Ledy Anggraheni Digeledah KPK

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Rumah Vinna Ledy Anggraheni...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.