Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekurangan Armada, KAI Usulkan Impor KRL Bekas Lagi dari Jepang

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 08:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kekurangan Armada, KAI Usulkan Impor KRL Bekas Lagi dari Jepang  Doc: ANTARA
Ket. KRL Commuter Line melintas di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (28/2/2023).

JAKARTA - KAI berencana mengimpor kereta bekas dari Jepang dalam rangka transisi produksi dalam negeri yang masih belum memadai.

"Ini sebagai transisi kita," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin di Jakarta, Rabu (23/9), saat ditanya terkait rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang.

Menurut dia, impor kereta bekas ini kebutuhan yang mendesak, mengingat kondisi sejumlah KRL yang ada sudah banyak yang berusia 40 tahun ke atas.

Ia menjelaskan bahwa pilihan impor kereta bekas ini menjadi pilihan yang lebih baik sebab tidak membutuhkan waktu yang lama dan ketika sudah disetujui maka hanya butuh satu sampai dua bulan saja.

Berbeda dengan impor kereta baru yang membutuhkan waktu satu hingga dua tahun dan dapat mengganggu produksi kereta dalam negeri.

"Kalau kita impor baru, nantinya produksi kereta dalam negeri akan terganggu. Kalau bekas ini hanya untuk transisi," ujarnya.

Bobby mengatakan bahwa kebutuhan KRL saat ini sangat mendesak, apalagi produksi dalam negeri juga belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada.

Untuk itu, kata Bobby, KAI akan mengimpor sebanyak 23 rangkaian KRL terdiri dari tujuh KRL SF12 dan 16 KRL SF8 yang akan menggantikan sejumlah KRL berusia lebih dari 40 tahun.

"Kami usulkan untuk kereta yang tidak baru ini tujuh Trainset dengan SF-12 ditambah 16 Trainset dengan SF-8. Kenapa kami bedakan SF-nya? Karena masih ada peron-peron di stasiun kita yang tidak siap dengan 12 gerbong," katanya menambahkan

Bobby menambahkan bahwa kereta yang akan diimpor dari Jepang itu direncanakan bisa dipakai selama 10 tahun ke depan sambil memperbaiki dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

"Rencana akan kita pakai 10 tahun dan ini segera kita lakukan karena sudah banyak komplain (dari pengguna jasa)," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.