Sinergi dan Kolaborasi Warnai Peringatan Hari Jadi ke-74 Kulon Progo
📅 Kamis, 16 Okt 2025, 16:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemda DIY
KULON PROGO - Peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo di Alun-alun Wates, Rabu (15/10), menjadi momentum untuk meneguhkan capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus memperkuat komitmen menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera. Dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo yang Harmoni,” peringatan ini menandai perjalanan panjang daerah yang dikenal tangguh dalam memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan amanat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pesannya, Sri Sultan menekankan pentingnya semangat Among Tani Dagang Layar sebagai strategi ekonomi yang memadukan kekuatan pertanian dan perdagangan. “Dalam sejarah, Sriwijaya runtuh bukan karena lemahnya pertanian, tetapi karena tidak kuat dalam pelayaran dan perdagangan. Karena itu, Kulon Progo perlu memadukan kekuatan pertanian dengan kemampuan dagang layar untuk menjawab tantangan globalisasi,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kulon Progo yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan signifikan, terutama di sektor infrastruktur, pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM. Berbagai inovasi berbasis potensi lokal menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha mampu melahirkan hasil konkret.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan, tema tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk bekerja bersama lintas sektor. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, generasi muda, dan komunitas harus bersatu padu demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Ambar menilai, kemajuan yang diraih saat ini merupakan buah dari semangat gotong royong dan konsistensi pembangunan berkelanjutan. “Meski banyak kemajuan telah dicapai, kami menyadari masih ada tantangan yang perlu dihadapi bersama. Kolaborasi tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan,” imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Pemkab Kulon Progo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Kami berterima kasih kepada perangkat daerah, mitra kerja, dan masyarakat yang telah bahu-membahu membangun Kulon Progo hingga bisa seperti sekarang,” kata Ambar.
Peringatan tahun ini juga menampilkan beragam kegiatan yang merefleksikan capaian daerah dalam bidang ekonomi, budaya, dan sosial, antara lain Manunggal Fair, Pesona Budaya Nusantara, Gelar Potensi Daerah dan UMKM di TMII Jakarta, serta Festival Budaya dan konser musik rakyat.
Sebagai puncak acara, 7.400 penari Beksan Wanara Sugriwa Subali tampil memukau dan sukses memecahkan rekor dunia MURI sebagai pertunjukan tari dengan jumlah penari terbanyak. Tarian kolosal ini menjadi simbol keberhasilan masyarakat Kulon Progo menjaga kebersamaan dan melestarikan budaya lokal di tengah kemajuan zaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peringatan Hari Jadi ke-74 Kulon Progo tak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan cerminan dari pencapaian nyata sebuah daerah yang terus tumbuh, berinovasi, dan menatap masa depan dengan optimisme. Dengan semangat Among Tani Dagang Layar, Kulon Progo meneguhkan diri sebagai daerah yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan akar budaya dan semangat kebersamaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!