Meski Menurun, Cadangan Devisa Selama Juli Relatif Stabil
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 11:23 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Cadangan devisi bulan Juli turun 0,3 miliar dollar AS dibandingkan stok bulan Juni. Namun, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS tetap stabil dibandingkan posisi akhir Juni sebesar 145,6 miliar dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan perkembangan posisi cadangan devisa pada Juli 2026 dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah.
Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh bank sentral Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat.
BI menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Ramdan.
Sebaiknya Anda baca juga:
BI meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Di samping itu, BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk diketahui, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 merupakan kenaikan pertama setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah mencapai 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia berada dalam tren penurunan hingga menjadi 144,9 miliar dolar AS pada akhir Mei 2026. Selama periode tersebut, cadangan devisa menyusut sebesar 11,6 miliar dolar AS.
Berdasarkan catatan BI, aliran investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS terutama didukung Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tren ini berlanjut pada triwulan berikutnya atau hingga 20 Juli 2026, terutama dari SBN yang mencatat net inflows sebesar 0,1 miliar dolar AS.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, suku bunga acuan atau BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen. Sebelumnya, BI telah menaikkan bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) pada Mei dan Juni 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!