Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati Bila Anak Lambat Bicara, Bisa Jadi….

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 04:32 WIB | Oleh:
Hati-hati Bila Anak Lambat Bicara, Bisa Jadi…. Doc: ist
Ket. sayangi buah hati

JAKARTA – Orangtua mesti berhati-hati dan waspada andai menghadapi buah hati yang enggan, lambat atau tidak mau bicara. Jangan-jangan ada gangguan pendengaran. Gangguan bicara sejak dini dapat menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua sebagai penanda kemungkinan masalah pendengaran pada anak terutama untuk yang belum pernah menjalani skrining pendengaran.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis THT dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana dr. Fikry Hamdan Yasin, SP.THTBKL, Subsp.K.(K) dalam siaran langsung di media sosial melalui akun Instagram @rscm.kencana, Rabu.

"Biasanya pada anak-anak yang mengalami tuli atau gangguan telinga sejak lahir itu, dia perkembangan bicaranya terganggu juga ya. Misalkan pada usia 6-8 bulan itu dia belum bisa babbling atau ngoceh-ngoceh. Atau dia belum bisa berkata kata-kata yang mengulang seperti mama, papa gitu ya," kata dokter Fikry.

Menurutnya gangguan pendengaran memiliki kaitan yang erat dengan fungsi bicara seorang anak, hal itu dikarenakan pendengaran mendukung kemampuan anak berbicara dalam hal tumbuh kembangnya.

Meski begitu, tidak semua gangguan bicara menjadi penanda pasti bahwa seorang anak mengalami gangguan pendengaran dan mungkin ternyata anak memiliki pendengaran yang normal.

Hal itu dikarenakan ada banyak faktor lain yang menyebabkan anak mengalami gangguan bicara contohnya seperti screentime yang tidak tepat serta penggunaan bahasa yang tidak konsisten di rumah.

Maka dari itu, orang tua juga harus melihat faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebab anak mengalami gangguan berbicara sebelum akhirnya mencurigai bahwa hal itu mengindikasikan masalah gangguan pendengaran.

Apabila nantinya terbukti anak mengalami gangguan pendengaran berdasarkan kecurigaan gangguan bicara, dokter Fikry mengatakan salah satu rehabilitasi yang dapat dilakukan ialah terapi pendengaran atau Auditory Verbal Therapy (AVT).

Terapi ini merupakan intervensi dini yang disiapkan khusus membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran dengan cara mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara bahasa lisan.

Secara global berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari 95 juta anak dan remaja dengan rentang usia 5 hingga 19 tahun mengalami gangguan pendengaran yang tidak ditangani dan tidak mendapat akses ke layanan yang dibutuhkan.

WHO juga menyatakan sebenarnya hampir 60 persen masalah telinga dan pendengaran dapat dicegah atau diobati asalkan tersedia pengobatan dari tenaga kesehatan terlatih didukung dengan ketersediaan peralatan dan obat-obatan.

Namun sayangnya, 80 persen penderita gangguan telinga dan pendengaran saat ini belum menerima perawatan yang seharusnya sehingga berdampak pada kualitas hidup penderita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.