Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inilah Alasan Sederhana Mengapa Perlu Berasuransi Kesehatan

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 22:30 WIB | Oleh:
Inilah Alasan Sederhana Mengapa Perlu Berasuransi Kesehatan Doc: Sequis
Ket. Ilustrasi agen asuransi dan nasabah. Biaya kesehatan akan menjadi rasa sangat besar jika terkena penyakit kritis, tidak memiliki pendapatan, sudah memasuki masa pensiun, memiliki banyak pengeluaran dan utang, atau tidak memiliki cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

JAKARTA - Biaya kesehatan adalah komponen yang harus diperhitungkan dan direncanakan pemenuhannya dalam perencanaan keuangan. Hal ini karena jika terjadi jumlahnya termasuk besar dalam pengeluaran keluarga. 

“Biaya ini akan semakin terasa sangat besar jika terkena penyakit kritis, tidak memiliki pendapatan, sudah memasuki masa pensiun, memiliki banyak pengeluaran dan utang, atau tidak memiliki cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan mendadak,” ujar VP Head of Sequis Training Academy of Excellence, Ferry Chandra Gunawan melalui keterangannya pada hari Minggu (12/10).

Cara hematnya adalah menjaga kesehatan sepert mengamalkan gaya hidup sehat. Beberapa diantaranya adalah menjaga pola dan takaran makanan, rutin berolahraga, tidur cukup dan teratur, mencuci tangan dengan frekuensi sering, meningkatkan imunitas tubuh dengan vitamin, melakukan hal-hal yang bermanfaat agar merasa optimis, bersosialisasi dengan keluarga dan teman agar tidak kesepian, dan banyak lagi cara hemat yang dapat dilakukan demi menjaga kesehatan. 

“Sayangnya, melakukan itu semua tidak lagi cukup karena banyak faktor yang tidak mendukung. Misalnya, lingkungan berpolusi dan sudah tercemar, penggunaan barang yang mengandung bahan kimia, frekuensi waktu lebih banyak di jalan dan di luar ruang, tekanan kerja yang tinggi sehingga kurang beristirahat dan menjadi stress,” tuturnya. 

Hal-hal tersebut dapat menjadi pencetus sebuah penyakit. Selain itu kurangnya kesadaran melakukan cek kesehatan (medical check-up) juga membuat tidak menyadari bahwa tubuh sedang mengalami pelemahan karena terserang penyakit.  

Ferry menegaskan, kesehatan adalah aset yang sangat berharga untuk bertahan hidup dan membangun masa depan. Jika harus dirawat di rumah sakit tentu tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat.

Bagi yang tidak memiliki asuransi kesehatan maka dana darurat dapat digunakan sementara waktu untuk membantu biaya berobat. Namun, jika penyakit berkembang lebih serius, bisa jadi tabungan dan aset terpaksa dikorbankan.

Kondisi ini sangat tidak menyenangkan dan dapat menimbulkan stres bagi pasien dan keluarganya. Itulah sebabnya, perlu membuka pemahaman bahwa penting memiliki asuransi kesehatan bagi diri sendiri dan anggota keluarga. 

Ia menyarankan untuk mulai membangun kesadaran untuk mengelola risiko dan mengantisipasi potensi sakit dengan memiliki asuransi kesehatan. Terutama asuransi kesehatan yang dapat melindungi dari penyakit kritis, seperti jantung, stroke, kanker, diabetes, dan lainnya.

Menjadi catatan, bahwa memiliki asuransi kesehatan juga tidak mudah karena ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh calon nasabah maka antisipasi sejak dini. Antisipasi sederhana yang dapat dilakukan adalah berasuransi saat usia masih muda, produktif, dan dalam kondisi masih sehat atau belum pernah memiliki riwayat penyakit yang serius. 

“Tiga hal tersebut menguntungkan calon nasabah sebab premi asuransi akan relatif lebih murah daripada membeli asuransi kesehatan setelah berusia di atas 40 tahun,” paparnya.

Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Ferry berbagi tips cara sederhana sebelum memutuskan membeli asuransi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pahami Kebutuhan Berasuransi

Perlu memahami kenapa perlu berasuransi agar dapat memilih dan menentukan produk asuransi yang sesuai bagi diri sendiri dan keluarga. Misalnya, jika ada riwayat penyakit jantung atau diabetes dari keluarga, berarti perlu antisipasi dengan asuransi kesehatan yang komprehensif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.