Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 11:20 WIB | Oleh:
Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis Doc: Istimewa
Ket. Suasana talk show bertajuk “75 Tahun Dahlan Iskan: Dilema Pengusaha, Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tak Berkembang” yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, pada hari Kamis (13/8/2026).

SURABAYA — Utang kerap dipandang sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Tambahan modal memungkinkan pengusaha membuka cabang, memperbesar persediaan, membeli aset, mengerjakan proyek bernilai besar, hingga memperluas pasar.

Namun, ketika ekspansi terus bergantung pada penambahan kewajiban tanpa diimbangi arus kas yang sehat, utang dapat berubah menjadi beban yang mengancam keberlangsungan usaha.

Pengalaman tersebut dialami sejumlah pengusaha Indonesia yang pernah menghadapi persoalan utang dalam skala besar. Ada yang terlilit kewajiban hingga Rp350 miliar, menerbitkan ratusan cek kosong, hingga menghadapi piutang sekitar US$15 juta.

Menariknya, persoalan tersebut tidak selalu berakhir dengan kebangkrutan. Sejumlah pengusaha justru mampu membangun kembali bisnis setelah mengurangi atau menghentikan ketergantungan terhadap utang.

Kisah mereka mengemuka dalam talk show bertajuk “75 Tahun Dahlan Iskan: Dilema Pengusaha, Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tak Berkembang” yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya pada hari Kamis (13/8/2026). Acara ini dipandu Dahlan Iskan, jurnalis dan pengusaha yang juga pernah menjabat Menteri BUMN, serta menghadirkan sejumlah pengusaha yang memiliki pengalaman menghadapi persoalan pembiayaan.

Diskusi tersebut memperlihatkan satu persoalan utama: utang dapat menjadi alat pertumbuhan, tetapi juga dapat menjadi jebakan ketika ekspansi tidak dibarengi kemampuan mengelola kewajiban.

Ketika Pertumbuhan Bergantung pada Utang

Bagi sebagian pengusaha, utang pada awalnya merupakan instrumen untuk memperbesar skala usaha. Masalah muncul ketika penambahan utang menjadi bagian dari pola pertumbuhan yang terus berulang.

Tri Dawang, pengusaha di bidang sistem teknologi informasi, misalnya, pernah berada dalam kondisi bisnis yang masih memiliki banyak utang pada 2021. Saat itu, ia masih meyakini bahwa bisnis perlu berutang agar dapat berkembang.

Pandangan tersebut berubah setelah seluruh utangnya berhasil dilunasi. Ia menemukan bahwa bisnis tetap dapat tumbuh dengan pengelolaan yang lebih disiplin tanpa terus menambah kewajiban.

Pengalaman serupa dialami Mulyono, pengusaha asal Sragen yang selama hampir tiga dekade menjalankan Turrima Agrobiotech, perusahaan yang memproduksi pupuk organik berbasis Humic Acid.

Selama sekitar 17 tahun, bisnis tersebut terlihat berkembang. Namun, menurut Mulyono, pertumbuhan itu sebenarnya rapuh karena terlalu bergantung pada utang.

Setelah bergabung dengan Keluarga Besar SyaREA World pada 2017 dan mengikuti coaching syariah, utangnya berhasil dilunasi pada 2018. Sejak saat itu, Mulyono memilih tidak lagi menjadikan utang sebagai mesin utama pertumbuhan.

Bisnisnya tetap berkembang, bahkan berhasil memasuki pasar Afrika dan Timur Tengah. Di Afrika, misalnya, ia harus membangun kepercayaan pasar melalui uji coba pupuk senilai sekitar Rp2 miliar selama dua tahun pertama tanpa menerima pembayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
  • Percepatan Elektrifikasi, Presiden Umumkan Insentif Produksi 1 Juta Motor Listrik Dalam Negeri
    Preview komentar:
    Melihat keberanian pelaku usaha swasta seperti ALVA yang ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.