Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat Kemenkes! RSUD Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Kembali Pulih dalam Sepekan

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 10:43 WIB | Oleh:
Gerak Cepat Kemenkes! RSUD Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Kembali Pulih dalam Sepekan Doc: Antara foto/HO-Dompet Dhuafa
Ket. Tim respon DMC Dompet Dhuafa bantu penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa melakukan layanan dasar lagi dalam seminggu, dengan fokus operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan di Jakarta, Minggu, khusus RSUD Nagekeo yang rusak berat akan dikirimkan set RS Mobil, termasuk fasilitas ruang operasi ke Nagekeo.

Sementara itu, katanya, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai RS rujukan dari Nagekeo.

Agus menjelaskan dari 21 RS di delapan kabupaten dan kota NTT ada enam yang rusak ringan dan tiga yang rusak berat. Sementara itu 16 RS beroperasi penuh, empat beroperasi sebagian, dan satu belum beroperasi.

Selain itu, kata dia, dari 190 puskesmas di NTT, 122 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi. Sebanyak 11 rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.

"Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi," katanya.

Pihaknya juga sedang dalam tahap finalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk merespons bencana tersebut.

"Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa," kata Agus.

Pihaknya juga akan mengirimkan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit; 1.000 handscoon steril, 20 ribu handscoon non-steril, 20 ribu masker bedah medis; 10 unit oksigen konsentrator dan dua tenda pos kesehatan.

"Delapan tenda disiagakan apabila dibutuhkan EMT tipe 1 fix," katanya.

Gempa bumi terjadi pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7 dan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.

Berdasarkan laporan sementara, sejumlah wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Proses verifikasi dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur masih terus dilakukan di lapangan.

Pada hari kedua operasi pencarian dan penyelamatan pascagempa SAR Maumere fokus melakukan operasi pada dua kabupaten di Flores, NTT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Nasional
Bapanas Kebut Penyaluran Ba...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.