Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau di Jabar Berangkat Lebih Awal dan Lebih Kering

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Kemarau di Jabar Berangkat Lebih Awal dan Lebih Kering Doc: ist
Ket. musim kemarau

BANDUNG – Secara perlahan sebenarnya Jabar sejak Maret ini sudah mulai musim kemarau dan akan sampai Juni. Bulan Mei seluruh wilayah Jabar sudah kemarau. Kemarau akan berjalan lebih kering. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Barat (Jabar) akan datang lebih awal dan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG Kelas I Bandung Teguh Rahayu mengatakan prediksi tersebut berdasarkan analisis dinamika atmosfer serta model iklim periode normal 1991–2020.

“Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13 hingga 15 dasarian, bahkan cenderung lebih panjang dari normal,” kata Teguh Rahayu.

Menurut dia, awal musim kemarau di Jawa Barat diperkirakan berlangsung bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, sementara 66 persen wilayah mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Wilayah yang lebih dahulu memasuki musim kemarau pada Maret 2026 meliputi sebagian kecil Bekasi dan Karawang. Pada April 2026 kemarau diperkirakan meluas ke Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, serta sebagian Cirebon.

Selanjutnya pada Mei hingga Juni 2026, musim kemarau diprediksi mencakup sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis, hingga Banjar.

BMKG juga mencatat sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami kondisi lebih kering dari normal, serta 81 persen wilayah berpotensi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang.

“Dengan kondisi tersebut sejumlah potensi dampak perlu diantisipasi sejak dini, diantaranya kekeringan meteorologis, berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan pada sistem irigasi pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” kata dia.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi, antara lain mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air serta menyesuaikan kalender tanam di sektor pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.