Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melestarikan Budaya Betawi, Setu Babakan Hadirkan Kembali Permainan Tradisional.

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 12:38 WIB | Oleh:
Melestarikan Budaya Betawi, Setu Babakan Hadirkan Kembali Permainan Tradisional. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah siswa bermain permainan tradisional damdas dalam Gebyar Seni Budaya Setu Babakan di Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan menghidupkan kembali permainan tradisional melalui pameran temporer tahunan.

"Kegiatan ini lebih dari sekadar nostalgia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali nilai-nilai kebersamaan, pengendalian diri, sportivitas, dan kerja sama yang terkandung dalam permainan rakyat kepada generasi muda," kata Kepala UPK PBB Setu Babakan, Debby Novita Andriani di Jakarta, Minggu.

Debby mengatakan pameran tersebut mengangkat berbagai jenis permainan dan hiburan tradisional masyarakat Betawi, seperti dampu, pletokan, hingga permainan karet.

Mengusung tema "Saban Maen Bikin Girang, Hiburan Jadul yang Kagak Ilang", kegiatan ini diadakan untuk turut menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) 81 Republik Indonesia.

Dia menjelaskan main atau maen sengaja dipilih untuk menegaskan identitas khas Betawi, meskipun dalam bahasa baku berarti main. Bagi masyarakat Betawi, maen bukan sekadar persoalan menang dan kalah.

"Bermain adalah tentang kebersamaan, belajar mengalah, bersabar, dan melatih pengendalian diri agar hati menjadi girang," ucapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga permainan rakyat sebagai objek pemajuan kebudayaan di tengah era modernisasi.

"Sebagai satu-satunya pusat edukasi dan laboratorium budaya Betawi milik Pemprov DKI Jakarta, Setu Babakan terus berkomitmen memperkuat identitas kebudayaan lokal di tengah transformasi Jakarta menuju kota global," katanya.

Debby menuturkan untuk memastikan kelestarian budaya tetap berlangsung di DKI Jakarta, pendekatan kolaborasi pentaheliks diterapkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, perguruan tinggi, hingga pihak swasta.

Dia menambahkan selain menyajikan koleksi permainan tradisional, rangkaian pameran juga dilengkapi kegiatan pengetahuan atau knowledge management.

Para peserta diajak mengikuti lokakarya musik Gambang Kromong serta pelatihan pembuatan bir pletok, minuman khas Betawi yang telah diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2017.

"Pameran temporer ini kami harapkan dapat diikuti oleh seluruh peserta ataupun pengunjung yang hadir hingga usai, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat rasa bangga terhadap warisan budaya Jakarta," ucapnya.

Maka itu, Debby berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengandalkan jendela digital untuk memperluas perspektif, tetapi juga tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dengan mengenal sejarah dan melestarikan kebudayaan.

"Melalui permainan ini, kita dapat mengembangkan karakter dan jati diri melalui kebersamaan, pengendalian emosi, serta kejujuran. Dengan demikian, nilai-nilai ini dapat menjadi pegangan dan pendamping hidup dalam bergaul, bekerja sama, serta berinteraksi secara sosial," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.