Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju Pemilu 2029, Voxstream dan ADKASI Bahas Sinergi Politik Berbasis Data

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 12:17 WIB | Oleh:
Menuju Pemilu 2029, Voxstream dan ADKASI Bahas Sinergi Politik Berbasis Data Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Persaingan politik menuju Pemilihan Umum 2029 diperkirakan semakin dinamis. Di tengah perubahan perilaku pemilih, fragmentasi informasi, dan meningkatnya biaya politik, partai politik serta calon anggota legislatif menghadapi tekanan untuk menyusun strategi yang lebih terukur.

Popularitas dan intuisi, yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan utama kampanye di Indonesia, mulai dirasa tidak cukup sebagai dasar pengambilan keputusan. Tantangan tersebut menjadi topik utama audiensi antara Voxstream dan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).

Forum ini mempertemukan tiga elemen, yaitu asosiasi legislatif daerah, akademisi, dan pengembang platform intelijen elektoral, untuk membahas pendekatan politik berbasis bukti (evidence-based politics) sebagai kerangka kerja bagi anggota DPRD Kabupaten yang akan berkontestasi kembali pada 2029.

Ketua Umum ADKASI Siswanto, menegaskan bahwa penguatan kapasitas anggota legislatif tidak dapat lagi mengandalkan pengalaman lapangan semata. Menurutnya, praktisi politik tanpa dukungan analisis yang memadai akan bekerja tanpa arah, sementara pendekatan akademis tanpa keterhubungan dengan praktik hanya akan menghasilkan wacana tanpa eksekusi.

"Sinergi antara ADKASI dan Voxstream ini penting karena menjembatani dua sisi yang selama ini terpisah. Praktisi politik tanpa data tidak bisa menetapkan perencanaan yang terukur, sementara akademisi tanpa keterhubungan dengan praktik hanya akan berhenti pada wacana. Banyak hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri, dan akan jauh lebih kuat apabila dikerjakan bersama-sama," ujar Siswanto dalam Diskusi Strategis "Politik Berbasis Bukti Menuju Pemilu 2029" di Jakarta, akhir pekan lalu .

Siswanto mencontohkan situasi yang kerap ditemui di lapangan, di mana kandidat sudah bekerja keras dan anggaran kampanye telah dialokasikan dalam jumlah besar, namun hasil elektoral tetap tidak sesuai harapan. Ia menilai persoalan semacam ini kerap berakar pada ketidaktepatan membaca preferensi pemilih.

"Rakyat itu bukan memilih yang paling banyak beriklan, paling banyak modalnya, atau yang paling ribut pidatonya. Rakyat memilih yang paling mereka sukai. Di sinilah pentingnya menggabungkan pendekatan akademisi dan praktisi, supaya kita tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, bukan apa yang kita asumsikan mereka butuhkan," lanjutnya.

Ia juga menyoroti bahwa dewan pada dasarnya bekerja untuk melayani kebutuhan rakyat, bukan sebaliknya. Karena itu, menurutnya, kemampuan membaca aspirasi masyarakat secara objektif menjadi prasyarat dari kerja legislatif yang efektif.

Sedangkan CEO Voxstream Wahyu Permana menyampaikan bahwa platform yang dikembangkan pihaknya lahir dari kebutuhan untuk membangun proses politik yang lebih terukur, terutama menjelang kontestasi 2029 yang karakternya akan sangat berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya.

"Semangat Voxstream sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Umum ADKASI, yaitu menggabungkan praktisi dan ilmuwan agar keduanya bisa beriringan. Berpolitik hari ini tidak cukup dengan modal semangat dan keinginan saja, dibutuhkan ilmu, data, dan metodologi yang tepat. Kampanye 2029 sudah harus bisa dihitung dengan data dan matematik, bukan sekadar kampanye biasa," ujar Wahyu.

Wahyu juga memaparkan bahwa berdasarkan proyeksi data resmi, pemilih Gen Z dan milenial akan mendominasi Pemilu 2029 dengan porsi 60 hingga 70 persen dari total pemilih. Karakter pemilih yang sangat terpapar informasi digital ini, menurutnya, akan mengubah lanskap kompetisi elektoral secara mendasar dan menuntut pendekatan yang lebih presisi dalam merebut dukungan.

Platform yang dikembangkan Voxstream mengolah berbagai indikator secara terintegrasi, mencakup rekam jejak perolehan suara dari KPU, data pengawasan pemilu dari Bawaslu, indikator sosial-ekonomi dari BPS, hingga dinamika isu di media dan media sosial. Analisis disajikan dalam tiga tingkatan, yaitu kandidat, partai, dan daerah pemilihan, sehingga strategi dapat disusun secara spesifik sesuai karakter masing-masing wilayah.

Menanggapi paparan tersebut, Siswanto menilai pendekatan Voxstream relevan dengan tantangan yang dihadapi anggota DPRD Kabupaten, khususnya dalam menangkap aspirasi pemilih di wilayah yang cakupannya semakin luas.

"Untuk pemain lama di DPRD Kabupaten, pola-pola lama perlu dimodifikasi dan disinergikan dengan dunia akademis, praktisi, dan teknologi. Apalagi bagi caleg yang lingkupnya lebih luas, seperti DPRD Provinsi maupun DPR RI, cakupan dapilnya bisa meliputi beberapa kabupaten atau kota sekaligus, sehingga dibutuhkan alat untuk menangkap aspirasi masyarakat di seluruh wilayah tersebut. Voxstream dapat membantu caleg merangkum dan mengidentifikasi isu-isu yang menjadi kebutuhan masyarakat di setiap dapil," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data juga menjadi jawaban bagi persoalan biaya politik yang tinggi. Menurutnya, tantangan sesungguhnya bukan sekadar memenangkan kontestasi, melainkan memenangkannya dengan biaya yang paling efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...
Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.