Fokus Mata Mulai Menurun Saat Bekerja? Waspadai Tanda Awal Perubahan Penglihatan
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 15:03 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA – Meningkatnya aktivitas digital di tempat kerja berdampak terhadap durasi tatapan layar. Banyak profesional usia produktif kini menghabiskan waktu di depan layar atau menatap layer (screen time) lebih lama dari sebelumnya.
Studi oleh Vision Council (2023) melaporkan bahwa lebih dari 80% pekerja digital menatap layar lebih dari 6 jam sehari. Sementara itu survei Statista (2024) menunjukkan rata-rata global waktu layar komputer mencapai 6,5 jam per hari untuk pekerja profesional.
Celakanya di tengah kesibukan dan jadwal pekerjaan yang padat, hanya sedikit yang menyadari bahwa mata mereka mulai kehilangan kemampuan fokus, terutama saat melihat objek dalam jarak dekat. Apalagi dalam usia tertentu mata juga mulai mengalami penurunan kemampuan.
Managing Director Hoya Lens Indonesia, Dodi Rukminto, saat memasuki usia pertengahan 30 hingga menjelang 40 perubahan semacam ini sebenarnya adalah hal alami. Gejala ini menandai awal dari presbiopia dini atau pre-presbiopia, kondisi di mana mata mulai kesulitan fokus dari penglihatan jarak jauh ke dekat.
Namun sayangnya, banyak yang menganggapnya penyebabkan karena sekadar kelelahan atau dampak dari lembur. Akibatnya, gejala seperti penglihatan kabur, mata tegang, dan sakit kepala sering diabaikan begitu saja.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tanpa disadari, bisa jadi kita sudah mulai mengalami tanda-tanda awal perubahan penglihatan, atau bahkan orang terdekat kita yang ternyata mengalaminya,” ujar Dodi Rukminto, melalui keterangannya pada hari Jumat (10/10).
Ia menuturkan, biasanya perubahan dimaksid ditandai dengan tulisan di layer ponsel (handphone) yang mulai tampak buram, atau mata yang cepat lelah setelah lama menatap layar. Meski demikian banyak yang tidak menyadarinya atau enggan memakai kacamata karena takut terlihat ‘tua.’
“Padahal, mata yang lelah dan tidak fokus dapat berdampak langsung pada konsentrasi, produktivitas, dan kualitas kerja,” tambanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fenomena ini kada Dodi menjadi perhatian dalam momentum World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia tahun ini, yang mengusung tema global “Love Your Eyes at Work.” Tema ini mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mata, terutama bagi para pekerja kantoran dan professional dengan aktivitas digital tinggi, yang setiap hari bergantung pada penglihatan mereka untuk berprestasi.
Namun kenyataannya, pilihan solusi penglihatan yang ada di pasaran Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan kelompok usia dewasa produktif (35-45 tahun) ini. Kacamata minus hanya dapat membantu koreksi penglihatan jauh, kacamata baca hanya dapat membantu untuk aktivitas dekat, sementara lensa progresif sering dianggap sulit untuk diadaptasi bagi mereka yang baru mulai mengalami perubahan fokus. Akibatnya, banyak orang memilih menunda, meskipun kualitas penglihatannya sudah mulai menurun.
Melihat kesenjangan ini, Hoy Vision Care terus berupaya memahami kebutuhan penglihatan di era modern dan tengah menyiapkan lensa kacamata inovasi terbaru yang dirancang khusus bagi generasi profesional aktif usia dewasa produktif (35-45 tahun) untuk membantu mereka tetap fokus, nyaman, dan percaya diri dalam setiap aktivitas kerja.
Menjelang peluncuran inovasi ini, produsen lensa aja Jepang ini mengajak masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan momentum World Sight Day dengan langkah sederhana namun berarti: periksakan mata secara rutin dan konsultasikan kebutuhan penglihatan optimal di optik rekanan Hoya. Cek daftar optik rekanan Hoya di ww.hoyavision.com/id/
“Karena mata yang sehat bukan hanya soal melihat dengan jelas, tapi juga tentang menjaga performa, kenyamanan, dan kualitas hidup di usia produktif,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!