Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keselamatan Kereta Api Jadi Prioritas, Penutupan Perlintasan Perlu Solusi Konektivitas

📅 Senin, 15 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keselamatan Kereta Api Jadi Prioritas, Penutupan Perlintasan Perlu Solusi Konektivitas Doc: Antara
Ket. Dua petugas KAI menutup perlintasan sebidang demi menciptakan keselamatan di jalur kereta api.

Jakarta - Keselamatan perjalanan kereta api harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi nasional. Karena itu, penutupan perlintasan sebidang dinilai sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib. Namun, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan solusi konektivitas yang memadai, seperti pembangunan flyover, underpass, maupun jalur alternatif agar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai penutupan perlintasan sebidang merupakan solusi ideal untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, terutama di wilayah padat seperti Jakarta dan Bodetabek yang memiliki tingkat pergerakan kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta yang tinggi.

"Menutup seluruh perlintasan sebidang secara serentak di Jakarta khususnya dan Bodetabek pada umumnya memang solusi ideal untuk keselamatan perjalanan KA (kereta api)," kata Djoko di Jakarta, Minggu (14/6).

Menurut dia, upaya peningkatan keselamatan harus dilakukan secara terintegrasi dengan penataan akses transportasi bagi masyarakat. Dengan demikian, tujuan mengurangi potensi kecelakaan dapat tercapai tanpa mengorbankan aksesibilitas, konektivitas wilayah, dan kenyamanan pengguna jalan.

Menurut Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), percepatan penutupan perlintasan sebidang yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

Meski demikian, akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang itu mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut menghadapi sejumlah tantangan teknis dan sosial yang perlu diantisipasi.

Salah satunya adalah perubahan pola lalu lintas akibat penutupan akses yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Jika tidak diimbangi pembangunan jalur tidak sebidang seperti flyover atau underpass, penutupan perlintasan berpotensi menambah kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.

Selain itu, sejumlah perlintasan selama ini berfungsi sebagai penghubung penting antarpermukiman, pusat ekonomi, dan layanan publik. Karena itu, penyediaan akses alternatif menjadi faktor penting agar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar.

Djoko juga menyoroti keterbatasan ruang di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta dan sekitarnya yang menjadi tantangan dalam pembangunan flyover maupun underpass. Di sisi lain, kebutuhan anggaran yang besar membuat pembangunan infrastruktur pengganti harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan manfaat keselamatan.

Ia menambahkan akses kendaraan darurat, distribusi logistik, serta penerimaan masyarakat perlu menjadi bagian dari perencanaan agar kebijakan penutupan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

"Keselamatan memang tidak bisa ditawar, namun implementasinya di lapangan menuntut kearifan dalam melihat dampaknya bagi masyarakat luas. Menutup perlintasan bukan sekadar memasang pagar, melainkan menata ulang konektivitas tanpa mematikan ruang hidup warga," ujarnya.

Target Nasional

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini.

"Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini," kata Bobby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.