Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator: Status Bulog Perlu Diperjelas di Revisi UU Pangan Biar Pemerintah Bisa Kendalikan Harga

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 19:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Legislator: Status Bulog Perlu Diperjelas di Revisi UU Pangan Biar Pemerintah Bisa Kendalikan Harga Doc: istimewa
Ket. Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mendorong agar posisi Bulog diperjelas dalam revisi Undang-Undang Pangan

SURAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mendorong agar posisi Bulog diperjelas dalam revisi Undang-Undang Pangan. Menurutnya, transformasi Bulog menjadi BUMN membuat kemampuan pemerintah mengendalikan harga pangan saat terjadi gejolak menjadi terbatas.

“Kalau ada penugasan pemerintah, share-nya juga kecil, hitungannya 8 sampai 10 persen,” kata Slamet saat ditemui Parlementaria di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (12/6) dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia menjelaskan, setelah bertransformasi menjadi BUMN, Bulog kini juga memiliki orientasi bisnis. Akibatnya, peran pemerintah untuk melakukan intervensi pasar saat harga pangan bergejolak menjadi melemah.

“Sehingga begitu harga terjadi gejolak, pemerintah tidak bisa mengendalikan karena memang tidak memegang logistik secara tinggi, setara share-nya di pasarnya,” ujarnya.

Slamet menilai masukan dari kalangan akademisi banyak menyoroti persoalan ini. Ia menekankan pentingnya memperjelas posisi Bulog, terutama di tengah adanya badan pangan yang baru dibentuk.

“Ini saya mendapatkan tanggapan dari kampus, bagaimana posisi Bulog ini di saat memang ada badan pangan. Jadi ini penting karena memang kita ingin pemerintah tetap mampu mengendalikan harga pangan,” tegasnya.

Selain isu kelembagaan, Slamet juga menyoroti pentingnya sosialisasi konsep diversifikasi pangan ke masyarakat, khususnya mahasiswa. Baginya, diversifikasi bukan hanya soal menambah jenis pangan baru, tapi juga mengembalikan masyarakat pada pangan lokal yang punya ikatan historis kuat.

“Kalau asumsi diversifikasi pangan adalah memperbanyak jenis pangan selain beras, mungkin istilah ini perlu mulai disosialisasikan kembali, terutama kepada mahasiswa. Kita ingin kembali kepada pangan lokal seperti jagung dan singkong,” ucapnya.

Mengakhiri pernyataannya, Slamet menegaskan tujuan pembangunan pangan nasional bukan hanya swasembada, tapi juga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kita ingin swasembada pangan, tapi harga terjangkau juga. Artinya, secara jumlah cukup, tetapi rakyat kita juga dapat menjangkaunya,” tutup Slamet.

[13/6, 19.22] Meta AI: *Judul Opsi:*

1. *Slamet: Status Bulog Perlu Diperjelas di Revisi UU Pangan Biar Pemerintah Bisa Kendalikan Harga*

2. *Bulog Jadi BUMN, DPR Soroti Keterbatasan Pemerintah Intervensi Harga Pangan*

3. *Revisi UU Pangan, DPR: Perjelas Peran Bulog Biar Swasembada Jalan, Harga Tetap Terjangkau*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Kapan Wisata Bromo Dibuka L...
Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.