Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Folarin Balogun

📅 Senin, 15 Jun 2026, 06:56 WIB | Oleh:
Folarin Balogun Doc: Frederic J. BROWN / AFP
Ket. Penyerang AS bernomor punggung 20, Folarin Balogun, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 12 Juni 2026.

PENYERANG Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, untuk sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dan menjadi kandidat awal peraih Sepatu Emas adidas. Namun, kisah pemain berusia 25 tahun itu jauh lebih besar daripada sekadar dua gol di laga pembuka.

Di tengah suasana politik AS yang semakin ketat terkait isu imigrasi dan perbatasan, seorang pemain kelahiran New York dengan darah Nigeria justru menjadi wajah dari cerita Amerika yang berbeda.

Balogun lahir di Brooklyn, 3 Juli 2001, dalam sebuah situasi yang tidak direncanakan. Orang tuanya, pasangan keturunan Nigeria yang tinggal di London, sedang berlibur ke New York ketika sang ibu tengah mengandung tujuh bulan. Maskapai menolak membiarkannya kembali ke Inggris karena kondisi kehamilan tersebut. Mereka pun harus menetap sementara di AS, hingga akhirnya Folarin Jerry Balogun lahir. Karena aturan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran yang berlaku di AS, Balogun otomatis mendapatkan paspor Negeri Paman Sam.

Federasi sepak bola AS memang dalam satu dekade terakhir aktif merangkul pemain memiliki pilihan negara lain, tetapi memilih mengenakan seragam Stars and Stripes.

Balogun sebenarnya bisa membela Inggris, tempat dia tumbuh, atau Nigeria, negara asal keluarganya. Namun setelah melalui pertimbangan panjang, dia memilih Amerika Serikat. “Dalam hidup, pergilah ke tempat di mana Anda dihargai,” tulis Balogun di Instagram setelah tidak mendapat tempat di tim nasional Inggris tiga tahun lalu.

Keputusan itu langsung terbayar. Dalam kemenangan 4-1 Amerika Serikat atas Paraguay di Grup D, Balogun mencetak dua gol di babak pertama. Dia menjadi pemain pertama Amerika yang mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1930.

Strategi Amerika dalam mencari pemain berdarah ganda terbukti berhasil. Mereka membangun tim yang penuh talenta dengan pemain-pemain yang lahir dan besar di berbagai penjuru dunia. Balogun mungkin menjadi salah satu keberhasilan terbesar. Dia ditemukan Arsenal dari kompetisi amatir di London timur.

Musim ini, Balogun tampil tajam bersama Monaco. Dia mencetak 19 gol dan meraih penghargaan pemain terbaik klub. SBalogun adalah tipe striker murni. Ia mengandalkan kecerdasan membaca ruang dan insting mencetak gol. Gol pertamanya melawan Paraguay menjadi contoh sempurna: satu sentuhan, posisi tepat, dan penyelesaian akhir yang tenang. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Penajam Jadi Wilayah Pengem...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.