Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Segera Mitigasi Dini Kredit ke Sektor yang Rentan Perubahan Kondisi Ekonomi

📅 Senin, 15 Jun 2026, 01:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Segera Mitigasi Dini Kredit ke Sektor yang Rentan Perubahan Kondisi Ekonomi Doc: istimewa

Kualitas Pembiayaan

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di­dorong mulai menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi pe­ningkatan kredit berma­salah atau Non Performing Loan (NPL) di tengah di­namika ekonomi yang ma­sih menantang.

Konsultan dan peren­cana keuangan Elvi Diana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/6), mengatakan berbagai fak­tor seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian global, te­kanan terhadap daya beli masyarakat, serta fluktuasi di sejumlah sektor usaha dapat memengaruhi ke­mampuan sebagian debit­ur dalam memenuhi ke­wajiban kreditnya.

Menurut dia, upaya mitigasi risiko perlu di­lakukan sejak dini guna menjaga stabilitas sek­tor keuangan nasional. “Peningkatan NPL harus diantisipasi dengan pen­dekatan yang tepat dan terukur. OJK bersama industri jasa keuangan perlu memastikan bahwa risiko kredit dapat dikelola secara efektif, sehingga ti­dak berkembang menjadi persoalan yang lebih be­sar bagi sistem keuangan,” kata Elvi.

Ia menilai pengawasan terhadap kualitas kredit perlu menjadi fokus utama lembaga jasa keuangan. Perbankan dan perusaha­an pembiayaan didorong untuk memperkuat pe­mantauan terhadap porto­folio kredit, terutama pada sektor-sektor yang dinilai lebih rentan terhadap per­ubahan kondisi ekonomi.

Selain pengawasan yang lebih ketat, Elvi juga mene­kankan pentingnya peman­faatan kebijakan restruk­turisasi kredit secara selektif dan tepat sasaran.

Instrumen tersebut jelasnya dapat membantu debitur yang menghadapi tekanan keuangan untuk tetap menjaga kelang­sungan usaha maupun kondisi finansial mereka.

“Restrukturisasi perlu diberikan kepada debit­ur yang memiliki prospek pemulihan dan itikad baik untuk memenuhi kewa­jibannya. Pendekatan ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi de­bitur sekaligus lembaga ke­uangan,” katanya.

Dia juga me­nyoroti penting­nya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risi­ko kredit. Peng­gunaan sistem peringatan dini (early warning sys­tem) berbasis teknologi dan analisis data penting untuk mendeteksi potensi gagal bayar lebih cepat.

Menurutnya, kemam­puan mendeteksi penu­runan kualitas kredit sejak tahap awal akan memberi­kan ruang yang lebih besar bagi lembaga keuangan untuk melakukan langkah mitigasi secara efektif se­belum kredit masuk kate­gori bermasalah. Dengan kombinasi pengawasan kredit yang lebih kuat, re­strukturisasi yang tepat sa­saran, serta pemanfaatan teknologi akan membantu menjaga kesehatan sektor keuangan nasional.

Segmen UMKM

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda me­nyoroti potensi meningkat­nya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) perbankan dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, sudah ada ke­c e n d e rungan kenaikan NPL, terutama pada segmen UMKM dan Kredit Pemi­likan Rumah (KPR) yang tertekan akibat kondisi ekonomi saat ini. Bahkan untuk NPL UMKM, angka­nya sudah mendekati am­bang batas aman 5 persen.

“Kondisi ini bisa di­perparah karena ada dua kondisi yang terjadi dalam satu bulan terakhir,”kata Nailul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sekda Berharap Jakarta Juar...
Megapolitan
Jakarta Kokoh Menuju Destin...
Nasional
Pemerintah Diminta Mitigasi...
Luar Negeri
Elon Musk Jadi Triliuner Pe...
Luar Negeri
Bagaimana Intelijen Tiongko...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.