Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yogyakarta Bisa Jadi Barometer Pengembangan Ekraf di Indonesia

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 03:25 WIB | Oleh:
Yogyakarta Bisa Jadi Barometer Pengembangan Ekraf di Indonesia Doc: ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan sambutan dalam program penguatan ekonomi kreatif daerah "IDE.IND" di Yogyakarta, Sabtu (13/6).

YOGYAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi panutan dalam pengembangan ekonomi kreatif dari berbagai daerah karena mempunyai modal kuat dalam ekosistem budaya yang melahirkan inovasi dan kreativitas.

"Bagaimana daerah dengan budayanya yang kuat itu sebagai hulunya, turunannya dengan sentuhan inovasi, kreativitas, dan teknologi di situlah ekonomi kreatif hadir," kata Riefky, di Yogyakarta, Sabtu.

Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan DIY di antara 15 provinsi lain sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif untuk mendukung penguatan perekonomian Indonesia.

"Tugas Kementerian Ekraf adalah bagaimana sektor ekonomi kreatif itu meningkat investasinya," tegasnya.

Kementerian Ekraf saat ini tengah mendorong munculnya pelaku usaha lokal yang siap untuk naik kelas ke skala nasional hingga internasional yang berpotensi meningkatkan investasi, ekspor dan tenaga kerja berkualitas.

"Selama ini Ekraf di Yogyakarta luar biasa perkembangannya, tak hanya berkembang tapi menghilirisasi menjadi nilai ekonomi yang juga telah dilakukan," kata Riefky.

Melihat potensi tersebut, lanjutnya, pemerintah pusat akan terus berkolaborasi supaya jenama di tingkat lokal Yogyakarta bisa naik kelas melalui proses kurasi bersama dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan penduduk di wilayah yang ia pimpin itu termasuk sedikit, dengan jumlah sekitar setengah juta jiwa.

Namun, lanjut dia, secara angka penghuni bisa mencapai satu juta jiwa dikarenakan Kota Yogyakarta banyak didatangi para pendatang yang heterogen.

"Kota Yogyakarta tidak punya sumber daya alam, tapi punya sumber daya manusia, sehingga kami harus mengandalkan ekonomi kreatif untuk bisa meningkatkan pendapatan di Kota Yogyakarta," kata Hasto.

Di hadapan Riefky, Hasto mengatakan perlunya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang bisa memberdayakan perempuan, serta pemberdayaan lanjut usia (lansia) yang masih bisa dikerjakan oleh warga masyarakat di Kota Yogyakarta untuk memperkuat perekonomian daerah.

"Di Yogyakarta ini kreativitas luar biasa, banyak para budayawan, para seniman, dan kemudian juga di Yogyakarta banyak acara yang sudah dibuat secara langsung oleh masyarakat," jelasnya.

Ia menyebut beberapa kegiatan kreatif yang telah berjalan, di antaranya Custom Fest, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), dan banyak event lain yang tumbuh di Kota Pendidikan itu.

"Melalui beberapa kegiatan itu, agar kunjungan wisata, khususnya wisatawan asing, bisa meningkat di Kota Yogyakarta," kata Hasto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Tambahan bantuan pangan unt...

Mobil pelayanan Adminduk Banyuwangi

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Mobil pelayanan Adminduk Ba...
Ekonomi
Irigasi tetes solusi tanam ...

Kirab Wahyu Tirta Nirmala

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kirab Wahyu Tirta Nirmala
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.