Kompetisi Pacuan Kuda Kelas Lokal di IHR Paku Alam Cup 2026
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 22:34 WIB | Oleh: Tim PenulisYogyakarta - Indonesia's Horse Racing (IHR) Paku Alam Cup 2026 yang digelar Pordasi, Sarga.co, dan Kadipaten Pakualaman menghadirkan kompetisi pacuan kuda kelas lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya membangkitkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut.
Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Muchammad Munawir mengatakan terdapat kelas lokal DIY dalam IHR Paku Alam Cup 2026 yang merupakan usulan langsung dari Kadipaten Pakualaman.
"Tujuan adanya kelas lokal agar ekosistem pacuan kuda di Yogyakarta kembali antusias," kata Munawir di Kompleks Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, seluruh peserta dan kuda pada kelas tersebut diwajibkan dari lokal DIY sehingga kehadiran kelas tersebut mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan daerah terhadap olahraga pacuan kuda.
"Pemilik kuda dari DIY, jadinya betul-betul lokal DIY," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Munawir menjelaskan terdapat lima kuda dengan pemilik warga asli DIY yang berkompetisi pada kelas lokal tersebut.
"Ada Berkah Sari, Tarzan, Masih Rindu 99, Belova, dan Putra Audy," kata Munawir.
Selain kelas lokal, Munawir menyebut IHR Paku Alam Cup juga memperebutkan Piala Paku Alam pada kelas terbuka Handicap 2.000 meter yang berstatus sebagai piala bergilir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Piala tersebut, lanjutnya, bisa dimiliki peserta secara tetap apabila mampu memenangkannya sebanyak tiga kali secara berturut-turut.
"Jadi kalau dia menang tiga kali berturut-turut itu menjadi piala tetap," katanya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Sarga.co Nugdha Achadie mengatakan IHR Paku Alam Cup 2026 yang diadakan di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung Yogyakarta hari ini merupakan penyelenggaraan keempat dalam kalender IHR tahun ini.
"Kami akan menyelenggarakan total delapan kali kejuaraan bekerja sama dengan Pordasi, Paku Alam Cup ini yang keempat," kata Nugdha.
Ia menilai IHR menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan olahraga pacuan kuda nasional sekaligus membangkitkan kembali tradisi berkuda di Indonesia.
"Kami bertujuan membangkitkan kembali tradisi berkuda sekaligus pemantik semangat olahraga pacuan kuda di Indonesia," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!