Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Gaza Akibatkan 32.000 Orang Cedera Berat

📅 Sabtu, 04 Okt 2025, 23:51 WIB | Oleh:
Konflik Gaza Akibatkan 32.000 Orang Cedera Berat Doc: AFP

JENEWA - Hampir 42.000 orang di Jalur Gaza harus menanggung cedera yang mengubah hidup akibat konflik yang sedang berlangsung.

Menurut estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pembaruan terkini yang dirilis pada Kamis (2/10), sebanyak satu dari empat korban tersebut adalah anak-anak.

Laporan "Estimasi Kebutuhan Rehabilitasi Trauma di Gaza, Pembaruan September 2025" (Estimating Trauma Rehabilitation Needs in Gaza, September 2025 Update), cedera yang mengubah hidup mencakup seperempat dari keseluruhan kasus yang dilaporkan, dari total 167.376 orang yang luka-luka sejak Oktober 2023.

Lebih dari 5.000 orang telah menjalani amputasi, kata WHO. Temuan ini, yang didasarkan pada kumpulan data yang lebih luas, tetap konsisten dengan analisis WHO sebelumnya.

Laporan tersebut mendokumentasikan cedera parah yang meluas, termasuk cedera pada anggota tubuh, saraf tulang belakang, otak, dan luka bakar parah, yang menyebabkan permintaan sangat tinggi akan layanan bedah dan rehabilitasi khusus.

Banyak keluarga menghadapi perjuangan jangka panjang karena pasien memerlukan perawatan intensif.

Cedera wajah dan mata yang kompleks juga banyak terjadi, terutama di antara mereka yang menunggu evakuasi medis keluar Gaza. Kondisi ini kerap menyebabkan cacat fisik, disabilitas, dan stigma sosial.

Menggunakan data dari 22 Tim Medis Darurat (Emergency Medical Teams/EMT) yang didukung WHO, Kementerian Kesehatan Gaza, dan mitra lainnya, pembaruan ini menyajikan gambaran paling komprehensif hingga saat ini tentang kebutuhan rehabilitasi yang kian meningkat akibat cedera trauma.

WHO, bersama EMT dan mitra-mitra kesehatan, terus bekerja di lapangan untuk menangani kebutuhan kesehatan yang mendesak.

Namun, laporan tersebut menekankan bahwa perluasan layanan rehabilitasi memerlukan perlindungan mendesak terhadap fasilitas-fasilitas kesehatan, akses tak terbatas ke bahan bakar dan pasokan medis, serta penyingkiran hambatan untuk mengimpor barang-barang esensial, seperti alat bantu.

Sementara itu, sistem kesehatan Gaza mendekati kolaps. Hanya ada 14 dari 36 rumah sakit yang masih berfungsi secara parsial. Kurang dari sepertiga fasilitas rehabilitasi prakonflik masih beroperasi, dengan beberapa di antaranya sudah di ambang tutup.

Tidak ada rumah sakit yang berfungsi sepenuhnya meskipun ada upaya berkelanjutan dari EMT dan organisasi-organisasi kesehatan.

Konflik juga berimbas pada personel untuk rehabilitasi. Gaza pernah memiliki sekitar 1.300 fisioterapis dan 400 terapis okupasional, tetapi banyak yang terpaksa mengungsi.

Mereka yang masih memberikan perawatan berada di bawah tekanan ekstrem. Meskipun ribuan amputasi telah dilakukan, wilayah ini hanya memiliki delapan ahli prostetik untuk memproduksi dan memasang anggota tubuh buatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.