Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Fashion Week 2025 Angkat Ragam Kekayaan Budaya Jakarta

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 08:10 WIB | Oleh:
Indonesia Fashion Week 2025 Angkat Ragam Kekayaan Budaya Jakarta Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Para model mengenakan karya-karya para desainer yang ikut berpartisi dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 bertajuk "Ronakultura Jakarta" yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/5).

JAKARTA - Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 mengangkat tema bertajuk "Ronakultura Jakarta" yang menekankan pada ragam kekayaan budaya di Kota Jakarta.

"Fesyen bukan sekadar tampilan, tetapi bentuk ekspresi budaya dan identitas. Lewat Ronakultura, IFW 2025 ingin memperlihatkan bagaimana Jakarta berproses menjadi inspirasi sekaligus panggung bagi kreativitas nan terus berevolusi membentuk identitas,” kata Presiden Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono dalam pembukaan IFW 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/5).

Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia itu mengatakan tema yang diambil tahun ini mencerminkan semangat Ibu Kota sebagai budaya nan hidup, meriah dan penuh warna sebagai tempat budaya tradisional serta gaya hidup kontemporer yang saling bersilangan dan membentuk otentisitas khas Jakarta.

Koleksi yang ditampilkan dalam acara pada hari pertama didominasi oleh warna mocca, salah satu warna yang diprediksi menjadi tren tahun ini. Sejumlah kain wastra dari berbagai daerah turut dipamerkan, misalnya batik Jawa, songket Sumatera, ulos Toba sampai dengan tapis Lampung.

Ia menjelaskan hubungan dari wastra dengan tema yang diambil tahun ini yakni banyak budaya yang sejak dulu sudah hidup berdampingan dengan masyarakat Jakarta, sehingga menghasilkan berbagai macam warna dan motif yang menarik.

"Di Jakarta itu terdiri dari Bangsa Melayu yang datang dari Sumatera, ada Papua, Makassar, ada juga Eropa, India, Arab, China semuanya menumpuk. Makanya multikultural, Ronakultura, macam-macam warna dan menurut saya menjadi sah apakah itu (ada) Batik Betawi, karena semua hidup di megapolitan Jakarta ini," ucap Poppy.

Semua koleksi yang ditampilkan melibatkan lebih dari 200 desainer dan 200 tenant dari seluruh Indonesia dengan program mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan dan sajian kuliner dirancang untuk membangun ekosistem fesyen yang kompetitif, inklusif dan berkelanjutan.

Selain para desainer lokal, acara yang digelar mulai 28 Mei hingga 1 Juni 2025 itu juga menghadirkan desainer internasional.

"Kehadiran para desainer internasional menegaskan kehadiran posisi Jakarta sebagai simpul nan semakin relevan di jaringan fesyen dunia," ujarnya.

Poppy menekankan kolaborasi internasional merupakan jembatan penting untuk membuka akses dan pengaruh mode secara global dan secara langsung mendorong perekonomian Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

4 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.