Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Cabut Sanksi Pelapor PBB untuk Palestina Francesca Albanese

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 20:35 WIB | Oleh:
AS Cabut Sanksi Pelapor PBB untuk Palestina Francesca Albanese Doc: Anadolu Agency
Ket. Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu setelah adanya putusan pengadilan federal yang menangguhkan kebijakan sanksi sebelumnya.

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu setelah adanya putusan pengadilan federal yang menangguhkan kebijakan sanksi sebelumnya.

Pencabutan sanksi terlihat melalui pemberitahuan resmi di situs Departemen Keuangan Amerika Serikat. Dengan keputusan itu, nama Albanese tidak lagi masuk dalam daftar hitam global yang sebelumnya membatasi aksesnya terhadap layanan keuangan internasional.

Sebelumnya, Washington menjatuhkan sanksi kepada Albanese pada Juli 2025. Langkah tersebut diambil setelah Albanese menyampaikan sejumlah kritik keras terhadap kebijakan Amerika Serikat terkait konflik di Jalur Gaza.

Akibat sanksi tersebut, Albanese dilaporkan mengalami kesulitan melakukan transaksi perbankan internasional dan tidak dapat menggunakan sejumlah layanan kartu kredit utama. Kebijakan itu juga memicu kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia internasional yang menilai langkah Washington berpotensi membatasi kebebasan berekspresi.

Francesca Albanese diketahui menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB sejak 2022. Selama menjabat, ia aktif menyuarakan isu kemanusiaan di Palestina dan beberapa kali mengkritik tindakan militer Israel di Gaza.

Dalam sejumlah pernyataannya, Albanese menyebut tindakan Israel di Jalur Gaza sebagai bentuk "genosida". Pernyataan tersebut memicu kecaman dari pemerintah Israel dan sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Pekan lalu, Hakim Distrik Amerika Serikat Richard Leon memutuskan untuk menangguhkan sanksi terhadap Albanese. Dalam putusannya, Leon menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berbicara merupakan bagian penting dari kepentingan publik.

"Melindungi kebebasan berbicara selalu demi kepentingan publik," tulis Hakim Richard Leon dalam putusan pengadilan federal tersebut.

Saat pertama kali mengumumkan sanksi pada Juli tahun lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menuding Albanese melakukan aktivitas yang disebut "bias dan jahat". Rubio juga menuduh Albanese menyebarkan antisemitisme dan menunjukkan penghinaan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara Barat.

Marco Rubio bahkan menyebut Albanese telah menunjukkan dukungan terhadap tindakan terorisme melalui sejumlah pernyataannya terkait konflik Gaza. Tuduhan tersebut menjadi dasar pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi diplomatik dan finansial terhadap pejabat PBB itu.

Namun, Albanese membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan kritik yang disampaikannya semata-mata berkaitan dengan isu hak asasi manusia dan situasi kemanusiaan di Palestina.

Selain membantah tuduhan antisemitisme, Albanese juga menyatakan bahwa tugasnya sebagai Pelapor Khusus PBB adalah menyampaikan laporan independen mengenai kondisi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak dapat disamakan dengan kebencian terhadap kelompok tertentu.

Kasus pencabutan sanksi ini kembali memunculkan perhatian internasional terhadap dinamika politik global terkait konflik Gaza. Perdebatan mengenai batas kritik terhadap Israel, perlindungan kebebasan berpendapat, dan independensi pejabat PBB kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya tensi geopolitik internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
DPR Desak Pemerintah Tetapk...
Ekonomi
Stok BBM Diklaim Aman Namun...
Luar Negeri
Jepang Siapkan Misi Berseja...
Luar Negeri
Mantan Jaksa Antikorupsi Gu...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.