Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi Korban Serangan di Gaza
📅 Senin, 08 Jun 2026, 20:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Dompet Dhuafa memastikan layanan ambulans kemanusiaan yang beroperasi di Gaza, Palestina, terus melakukan evakuasi korban luka dan jenazah di tengah meningkatnya serangan yang kembali mengguncang wilayah tersebut. Operasi kemanusiaan itu berlangsung di tengah kondisi keamanan yang semakin memburuk akibat serangan yang menyasar kawasan permukiman warga sipil.
Berdasarkan laporan yang diterima Dompet Dhuafa dari mitra lokal di Gaza pada Senin (8/6), sedikitnya empat unit apartemen warga hancur akibat serangan bom. Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa serta lebih dari 20 orang mengalami luka-luka.
Salah satu korban yang selamat adalah seorang anak perempuan bernama Hala Labad. Ia ditemukan di tengah reruntuhan bangunan dengan kondisi mengalami luka sedang setelah serangan yang menghancurkan tempat tinggal keluarganya.
“Hala Labad adalah satu-satunya yang selamat dari seluruh anggota keluarganya yang menjadi korban. Lima orang keluarga tercintanya gugur seketika dalam serangan bom yang menghantam rumah mereka pada dini hari itu,” demikian laporan mitra Dompet Dhuafa di Gaza.
Di tengah situasi darurat tersebut, ambulans bantuan masyarakat Indonesia yang dioperasikan Dompet Dhuafa terus bergerak mengevakuasi korban dari lokasi serangan menuju fasilitas kesehatan. Kendaraan tersebut juga digunakan untuk mengangkut jenazah korban yang meninggal dunia akibat serangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Situasi di Gaza saat ini sangat sulit dan berat. Mobil ambulans terus mengangkut para korban luka dan jenazah,” lanjut laporan yang diterima Dompet Dhuafa dari lapangan.
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni, mengatakan keberadaan ambulans tersebut menjadi simbol solidaritas masyarakat Indonesia bagi warga Gaza yang menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. Menurutnya, kendaraan tersebut tetap beroperasi meski ancaman serangan susulan masih terus terjadi.
“Bagi warga Gaza, kehadiran ambulans ini adalah bukti nyata bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Di setiap putaran rodanya, ada doa, air mata, dan solidaritas dari jutaan rakyat Indonesia yang terus mengalir mendampingi perjuangan mereka,” ujar dr. Yeni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain bantuan di lapangan, dukungan internasional terhadap Palestina juga terus berlangsung melalui berbagai inisiatif kemanusiaan. Salah satunya diwujudkan melalui pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa bantuan logistik dan misi solidaritas untuk warga Gaza.
Dalam misi tersebut terdapat sembilan delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), termasuk dua perwakilan Dompet Dhuafa yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto. Mereka sempat mengalami penahanan oleh militer Israel sebelum akhirnya dibebaskan dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
“Perjalanan luar biasa ini adalah bentuk nyata bahwa kita tidak akan pernah membiarkan saudara-saudara kita di Gaza berjuang sendirian. Kepulangan para delegasi ini justru menjadi pemantik semangat baru bagi kita semua untuk terus mengupayakan bantuan dengan cara-cara yang lebih kuat dan konsisten,” kata Ketua Pengurus Dompet Dhuafa sekaligus Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini.
Dompet Dhuafa menegaskan kebutuhan bantuan darurat di Gaza masih sangat tinggi seiring memburuknya kondisi kemanusiaan. Lembaga tersebut mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar layanan ambulans dan bantuan kemanusiaan lainnya dapat terus menjangkau warga yang membutuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!