Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Ungkap Pola Arus Laut Dunia dari Permukaan hingga Kedalaman 600 Meter

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 19:48 WIB | Oleh:
NASA Ungkap Pola Arus Laut Dunia dari Permukaan hingga Kedalaman 600 Meter Doc: Istimewa
Ket. Menurut NASA, arus laut dipengaruhi pola angin dan energi Matahari serta berperan dalam sistem iklim, pola cuaca, dan kehidupan laut. Gulf Stream, misalnya, membawa panas dari wilayah tropis menuju lintang utara melalui Atlantik.

WASHINGTON DC - National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru-baru ini merilis visualisasi detail arus laut dunia yang memperlihatkan pergerakan massa air di berbagai wilayah dan kedalaman laut. Visualisasi tersebut merupakan bagian dari proyek Perpetual Ocean 2 yang dikembangkan NASA Scientific Visualization Studio.

Dari situs resminya, NASA menggunakan model Estimating the Circulation and Climate of the Ocean (ECCO) untuk membuat visualisasi tersebut. Model ini menggabungkan data dari satelit, pelampung laut, serta berbagai pengukuran langsung di laut. Data model yang digunakan berasal dari periode 2021 hingga 2023. ECCO merupakan proyek bersama NASA/JPL dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dalam visualisasi, arus laut pada kedalaman hingga sekitar 600 meter ditampilkan dengan warna putih. Arus yang berada lebih dalam ditampilkan dalam gradasi biru yang semakin gelap. NASA menyediakan versi visualisasi berdasarkan pola arus, temperatur, dan salinitas.

Visualisasi tersebut memperlihatkan sejumlah sistem arus utama dunia, termasuk Gulf Stream di Samudra Atlantik, Kuroshio di Pasifik, serta Agulhas Current di sekitar Samudra Hindia. Salah satu versi khusus Perpetual Ocean 2 menampilkan ketiga arus tersebut secara berurutan.

Menurut NASA, arus laut dipengaruhi pola angin dan energi Matahari serta berperan dalam sistem iklim, pola cuaca, dan kehidupan laut. Gulf Stream, misalnya, membawa panas dari wilayah tropis menuju lintang utara melalui Atlantik.

NASA menyebut visualisasi Perpetual Ocean 2 sebagai representasi arus laut di seluruh dunia. Versi resolusi tinggi yang tersedia di situs NASA bahkan mencapai 16.384 × 8.192 piksel untuk setiap frame.

Visualisasi yang beredar di media sosial bukan rekaman langsung kondisi laut saat ini, melainkan hasil pemodelan berdasarkan data ilmiah. NASA merilis versi Ocean Currents in Equirectangular Projection pada 30 Mei 2025, sementara proyek Perpetual Ocean 2 pertama kali dirilis pada Maret 2024 dan diperbarui pada Januari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.