Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Korsel Darurat Malaria di Tengah Musim Panas

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 02:58 WIB | Oleh:
Korsel Darurat Malaria di Tengah Musim Panas Doc: AFP

ISTANBUL - Otoritas kesehatan Korea Selatan, Kamis (13/8), mengeluarkan peringatan malaria tingkat nasional setelah mendeteksi parasit penyebab penyakit tersebut pada nyamuk.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menyatakan bahwa materi genetik dari parasit malaria Plasmodium vivax terdeteksi pada nyamuk Anopheles yang dikumpulkan di Paju dan Yeoncheon, Korea Selatan bagian utara, antara 27 Juli dan 2 Agustus.

"Ditemukannya parasit pada nyamuk vektor berarti kemungkinan tertular malaria akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi telah meningkat," ungkap badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Peringatan nasional itu menyusul imbauan terkait malaria yang dikeluarkan pada 22 Juni akibat peningkatan jumlah nyamuk vektor. Sebelumnya, peringatan juga telah dikeluarkan di lima wilayah karena adanya klaster kasus dan lonjakan populasi nyamuk.

Meskipun ada peringatan nasional, Korea Selatan mencatat 201 kasus malaria yang terinfeksi di dalam negeri antara 1 Januari dan 1 Agustus; angka itu turun 43,4 persen dibandingkan dengan 355 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Secara historis, kasus malaria di Korea Selatan terkonsentrasi di wilayah dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan negara tersebut dari Korea Utara, meskipun wilayah berisiko telah meluas dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatan nasional itu muncul di tengah musim panas yang luar biasa terik di Korea Selatan. Namun, KDCA menyatakan bahwa kepadatan nyamuk vektor malaria masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, sebagian karena suhu panas yang ekstrem.

Pejabat kesehatan memperingatkan bahwa populasi nyamuk dapat kembali meningkat setelah suhu panas ekstrem mereda, dan mendesak pihak berwenang di wilayah berisiko malaria untuk memperkuat langkah-langkah pengendalian nyamuk.

Mereka juga mengimbau penduduk maupun pengunjung di wilayah berisiko malaria untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari, mengenakan pakaian tertutup (lengan dan celana panjang), serta menggunakan obat antinyamuk, kasa pelindung, dan kelambu.

Masyarakat yang mengalami gejala yang dicurigai sebagai malaria, termasuk demam dan menggigil, disarankan untuk menjalani pemeriksaan di pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Kasus Kekerasan Seksual Mem...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.