Kelangkaan Bensin Makin Parah, SPBU Shell Jabodetabek Sepi dan Kurangi Jam Operasional
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 17:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA — Shell Indonesia mengurangi operasional di sejumlah SPBU wilayah Jabodetabek akibat kelangkaan bensin yang semakin meluas. Perusahaan energi global ini terpaksa memangkas jam operasional, mengurangi hari kerja, hingga menempatkan sebagian karyawan dalam cuti sementara.
Ingrid Siburian, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, menyampaikan pada Selasa (16/9) bahwa langkah ini diambil karena sulitnya mendapatkan pasokan bensin.
“Kami melakukan penyesuaian operasional di jaringan ritel kami selama produk bensin belum sepenuhnya tersedia,” kata Ingrid di Jakarta.
Ia menegaskan SPBU Shell tidak sepenuhnya tutup dan masih melayani pelanggan dengan produk yang tersedia, terutama Shell V-Power Diesel. Selain itu, layanan lain seperti Shell Recharge untuk kendaraan listrik, bengkel, Shell Select convenience store, dan pelumas tetap beroperasi normal. Namun, sejumlah produk bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa outlet hingga waktu yang belum ditentukan.
Di SPBU Shell Pancoran Mas, seluruh pompa bensin tampak kosong dan hanya solar yang tersedia, membuat para pengendara motor harus mencari alternatif lain. Sementara itu, SPBU di Cilodong nyaris sepi karena sama sekali tidak ada stok bensin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelangkaan bensin ini mulai terjadi sejak Agustus lalu akibat keterbatasan kuota impor bagi badan usaha swasta. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak ada tambahan alokasi kuota dan menyarankan perusahaan swasta seperti Shell, BP, dan Vivo untuk membeli langsung pasokan dari Pertamina.
Untuk mempercepat penyaluran, ESDM meminta para operator swasta menyerahkan data volume kebutuhan dan spesifikasi bensin. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Pertamina dalam melakukan pengadaan, baik dari kilang domestik maupun impor.
Shell Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan agar pasokan segera kembali normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami bekerja sama dengan semua pihak terkait agar produk bensin bisa segera kembali tersedia di SPBU kami,” kata Ingrid menegaskan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna kendaraan bermotor, khususnya masyarakat perkotaan yang mengandalkan SPBU swasta untuk kepraktisan layanan. Dengan keterbatasan stok, sebagian besar pengendara kini kembali bergantung pada SPBU Pertamina, meski diwarnai berbagai kekhawatiran soal kualitas bahan bakar.
Kelangkaan yang dialami Shell juga menunjukkan tantangan serius bagi perusahaan energi swasta dalam menghadapi regulasi kuota impor. Tanpa pasokan yang stabil, perusahaan seperti Shell harus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah sekaligus menanggung risiko kehilangan pelanggan.
Krisis bensin ini menjadi alarm penting bagi sektor energi Indonesia. Ketersediaan BBM masih sangat bergantung pada kebijakan impor dan distribusi Pertamina, sementara permintaan masyarakat semakin meningkat. Jika tidak segera teratasi, kelangkaan ini berpotensi meluas ke daerah lain dan menimbulkan keresahan yang lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!