Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Telusuri Kasus Penyalur Batasi LPG 3 Kg Subsidi

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Telusuri Kasus Penyalur Batasi LPG 3 Kg Subsidi Doc: ANTARA
Ket. Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi.

ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan penelusuran terkait adanya laporan masyarakat, terkait kasus pembatasan penyaluran LPG 3 kg subsidi oleh agen penyalur resmi kepada masyarakat tidak mampu dan kategori rumah tangga kecil di daerah ini.

"Bagi rumah tangga yang terdaftar, LPG 3 kg tetap harus diberikan karena mereka adalah konsumen yang berhak menerima gas subsidi ini," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi, kepada ANTARA di Meulaboh, Rabu (05/8).

Hal ini ia sampaikan menanggapi adanya laporan dan keluhan masyarakat terkait dugaan tindakan sejumlah pangkalan resmi di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat yang membatasi penjualan LPG bersubsidi kepada masyarakat yang berhak.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pangkalan yang sengaja melakukan pembatasan secara sepihak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya telah menugaskan petugas agar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengidentifikasi permasalahan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat.

"Apabila memang ditemukan kesalahan dari pihak pangkalan, kita akan berikan teguran agar mereka menjalankan aturan yang ada," tegasnya.

Namun, jika pelanggaran tetap dilakukan, tindakan tegas yang bisa kita ambil adalah pencabutan izin pangkalan, berkoordinasi dengan agen atau distributor terkait, kata Khairuzzadi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta masyarakat untuk memberikan laporan secara obyektif dan tidak sepihak agar tidak merugikan pihak pangkalan.

Guna mengantisipasi terjadinya antrean panjang di pangkalan, Disperindagkop Aceh Barat mengimbau warga agar tidak berlomba-lomba membeli gas bersubsidi melebihi kebutuhan.

"Belilah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kepada para agen pangkalan resmi, kami juga sangat mengharapkan agar dapat mendistribusikan LPG 3 kg ini sesuai dengan zona atau wilayahnya masing-masing, sehingga kebutuhan masyarakat sekitar dapat terpenuhi," demikian Khairuzzadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Apakah Kerajaan Sriwijaya Memang Benar-benar Pernah Ada?

4 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Apakah Kerajaan Sriwijaya M...
Ekonomi
Temuan Gas 2 TCF Tangkulo B...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.