Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data Terbaru, BPS Catat Penduduk Miskin RI Sebanyak 22,93 Juta Orang

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 13:43 WIB | Oleh:
Data Terbaru, BPS Catat Penduduk Miskin RI Sebanyak 22,93 Juta Orang Doc: Antara foto
Ket. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu (5/8).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 430 ribu menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026, dibandingkan September 2025 yang mencapai 23,36 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud menyampaikan penurunan jumlah penduduk miskin tersebut sejalan dengan turunnya tingkat kemiskinan nasional menjadi 8,07 persen pada Maret 2026 dari sebelumnya 8,25 persen pada September tahun sebelumnya.

"Berdasarkan tren pada grafik sejak Maret 2023 sampai dengan Maret 2026 jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," katanya dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu.

BPS juga mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 mencapai Rp669.235 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.

Namun, BPS mengingatkan bahwa garis kemiskinan perlu dilihat dalam konteks rumah tangga karena sebagian besar pengeluaran masyarakat dilakukan secara bersama, seperti biaya sewa rumah, listrik, hingga konsumsi pangan.

Pada Maret 2026, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,62 anggota rumah tangga.

BPS menjelaskan besaran garis kemiskinan rumah tangga berbeda antarprovinsi karena dipengaruhi tingkat harga, pola konsumsi masyarakat, serta rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di masing-masing wilayah.

Berdasarkan wilayah, tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan perdesaan tercatat sebesar 10,67 persen, sedangkan perkotaan sebesar 6,34 persen.

Meski demikian, tingkat kemiskinan baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan dibandingkan September 2025.

Dari sisi kualitas kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan penurunan di wilayah perkotaan, namun meningkat di perdesaan. Kondisi tersebut menunjukkan rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mendekat di perkotaan, sementara di perdesaan semakin menjauh.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan di perkotaan, tetapi meningkat di wilayah perdesaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.