Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stok Melimpah: Kementan Gercep Serap Telur Peternak Magetan di Tengah Produksi Melimpah

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 11:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stok Melimpah: Kementan Gercep Serap Telur Peternak Magetan di Tengah Produksi Melimpah Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah cepat untuk menyerap telur ayam ras peternak rakyat di tengah lonjakan produksi

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah cepat (gerak cepat/gercep) untuk menyerap telur ayam ras peternak rakyat di tengah lonjakan produksi.

Upaya itu dibahas dalam rapat koordinasi hybrid yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan bersama Kementan, Bapanas, asosiasi perunggasan, peternak, dan pelaku usaha, Jumat (8/5).

Pemerintah menekankan, surplus produksi harus ditangani cepat dan terukur agar tidak menekan harga di tingkat peternak. Karena itu, percepatan penyerapan, distribusi, dan penguatan konsumsi terus didorong untuk menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menyebut Pemkab telah menyiapkan langkah taktis untuk membantu peternak.

“Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur lewat gerakan pembelian oleh ASN serta kampanye konsumsi telur ke masyarakat. Ini langkah awal yang bisa langsung dijalankan untuk bantu peternak,” kata Nur Haryani.

Selain itu, Pemkab Magetan memperkuat penyerapan lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan program pemenuhan gizi lainnya.

Nur Haryani mengatakan, penyerapan telur lewat MBG dinaikkan dari satu kali menjadi tiga kali seminggu agar produksi peternak rakyat lebih banyak terserap.

“Penyerapan telur melalui Program MBG kami tingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Harapannya, produksi peternak bisa lebih banyak terserap,” ujarnya.

Pemkab juga mendorong konsumsi telur lewat posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pencegahan stunting, dan program sosial lain. Langkah ini sekaligus menjaga harga di tingkat peternak dan memberi manfaat langsung ke masyarakat.

Untuk menekan biaya produksi, bantuan jagung subsidi SPHP mulai disalurkan Sabtu (9/5/2026). Bantuan ini diharapkan meringankan beban biaya pakan dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Secara terpisah, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, menegaskan pemerintah terus memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan agar produksi peternak terserap optimal.

“Fokus utama kami adalah menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Makmun.

Kementan juga meminta pemda menertibkan pedagang atau peternak yang menjual telur jauh di bawah HAP. Perlu ada komando di daerah agar harga jual telur tetap dalam rentang HAP sehingga peternak untung dan tetap semangat berproduksi.

Kementan terus memperkuat koordinasi dengan pemda, asosiasi perunggasan, kementerian/lembaga terkait, dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.