Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Italia Ribet, Akuisisi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi - RI Wajib Beli Seluruh Isi Termasuk 30 Jet Tempur AV-8B Harrier

📅 Senin, 15 Sep 2025, 21:01 WIB | Oleh:

Bayraktar TB3 merupakan drone tempur yang berbasis kapal induk dan bisa melakukan tinggal landas maupun mendarat secara vertikal (STOVL).

Diskusi untuk Giuseppe Garibaldi terjadi di tengah meningkatnya persaingan maritim di Indo-Pasifik, khususnya dengan armada kapal induk Tiongkok yang terus bertambah.

Akuisisi potensial ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan maritim di jalur perairan global yang vital, seperti Selat Malaka.

Sosok ITS Giuseppe Garibaldi. Dari Defence Sevurity Asia, bagi TNI-AL, rencana akuisisi ini akan menandai pertama kalinya mereka mengoperasikan kapal induk, yang secara langsung meningkatkan statusnya dari kekuatan pertahanan perairan hijau menjadi pemain perairan biru dengan kemampuan proyeksi kekuatan di seluruh Indo-Pasifik.Diluncurkan pada tahun 1985, Giuseppe Garibaldi telah teruji di lerang Kosovo sampai Afghanistan. Berbobot 14.000 ton adalah kapal induk dek pertama Italia, yang dibangun khusus untuk mengoperasikan jet lompat AV-8B Harrier II dan helikopter anti-perang kapal selam.Dengan panjang 180 meter, dilengkapi dengan dek lompat ski, dan ditenagai oleh empat turbin gas LM2500 yang mampu menggerakkan kapal hingga kecepatan 30 knot, kapal ini dirancang sebagai kapal bendera yang cepat dan serbaguna untuk tugas NATO.Sepanjang kariernya, Garibaldi membuktikan kredibilitas tempurnya dalam berbagai operasi NATO, dari kampanye udara Kosovo tahun 1999 hingga mendukung serangan koalisi di Afganistan dan menegakkan kontrol maritim selama intervensi Libya tahun 2011.Silsilah operasional ini menjadikan kapal ini pilihan yang menarik bagi Indonesia, menawarkan platform teruji yang telah menunjukkan kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan udara berbasis laut yang berkelanjutan.Meskipun kompak menurut standar maskapai penerbangan global, Garibaldi dirancang untuk memberikan tingkat serangan maksimum dalam kelas ukurannya, menjadikannya platform ideal untuk angkatan laut yang lebih kecil yang mencari kemampuan penerbangan yang kredibel tetapi terjangkau.Kemampuan kapal untuk mengangkut berbagai helikopter untuk peperangan anti-kapal selam, dukungan serangan amfibi, dan operasi kemanusiaan menggarisbawahi keserbagunaan dan relevansinya bagi negara kepulauan seperti Indonesia.Bagi NATO, Garibaldi bertindak tidak hanya sebagai kapal induk tetapi juga sebagai pusat komando dan kontrol, yang terintegrasi secara mulus dengan aset sekutu—sebuah fitur yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam koalisi ASEAN atau yang dipimpin PBB.Pengalaman tempur kapal tersebut memvalidasi filosofi desainnya: bahwa bahkan kapal induk berukuran sedang dapat memengaruhi hasil operasional baik dalam operasi intensitas tinggi maupun operasi stabilitas.Dari sudut pandang biaya-manfaat, mengakuisisi kapal induk yang sudah teruji seperti Garibaldi menawarkan Indonesia jalur yang lebih cepat menuju kemampuan kapal induk tanpa biaya yang sangat mahal untuk mengembangkan platform dalam negeri dari awal.Perpindahannya yang relatif kecil juga berarti biaya pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan dengan kapal induk super, sembari tetap memberikan pencegah yang terlihat dan aset pamer bendera yang kredibel.Yang terpenting, Garibaldi menyediakan batu loncatan bagi TNI-AL untuk memperoleh pengalaman dalam doktrin penerbangan kapal induk, yang membuka jalan bagi proyek-proyek pengembangan dalam negeri atau bersama di masa mendatang dalam beberapa dekade mendatang.Implikasi Strategis bagi Asia TenggaraPengejaran Indonesia terhadap Giuseppe Garibaldi terjadi pada saat Indo-Pasifik telah menjadi teater maritim paling diperebutkan di dunia, yang ditentukan oleh persaingan kekuatan besar, operasi zona abu-abu, dan meningkatnya persaingan angkatan laut.Tiongkok telah menerjunkan tiga kapal induk— Liaoning , Shandong , dan Fujian bertenaga konvensional —dengan lambung tambahan yang diharapkan pada awal tahun 2030-an, menandai tekad Beijing untuk mencapai dominasi di perairan biru.Meskipun calon kapal induk Garibaldi milik Jakarta tidak akan dapat menandingi kapal induk super China tersebut dalam skala, jumlah pesawat yang berangkat, atau teknologi penerbangan modern, akuisisi itu sendiri akan mewakili perubahan simbolis dan operasional yang mendalam dalam keseimbangan angkatan laut Asia Tenggara.Hal ini menandakan bahwa Indonesia, negara maritim terbesar di ASEAN, bermaksud beralih dari postur pertahanan pesisir reaktif menjadi postur di mana ia dapat membentuk hasil dalam keamanan regional melalui kehadiran udara dan laut yang berkelanjutan.Secara geografis, pengaruh Indonesia tidak tertandingi—negara ini terletak di antara Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok, titik-titik kemacetan maritim yang dilalui lebih dari sepertiga perdagangan global dan sebagian besar impor energi Asia Timur.TNI-AL yang memiliki kemampuan membawa kapal induk akan memungkinkan Jakarta untuk mempertahankan pengawasan terus-menerus dan perlindungan udara di seluruh jalur perairan ini, yang secara efektif memberinya hak veto de facto atas akses maritim selama masa krisis.Platform ini juga akan memberi Indonesia kemampuan untuk memimpin misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR) regional, suatu kemampuan penting di negara kepulauan yang rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.Yang tak kalah pentingnya, kapal induk ini dapat berfungsi sebagai pencegah terhadap berbagai ancaman non-tradisional seperti penangkapan ikan ilegal, pembajakan, dan taktik zona abu-abu yang makin banyak digunakan oleh milisi maritim asing dan penjaga pantai di perairan yang disengketakan.Secara multilateral, Indonesia dapat menempatkan Garibaldi sebagai kapal bendera selama latihan angkatan laut gabungan atau misi dukungan perdamaian PBB, meningkatkan pengaruh diplomatiknya dan memperkuat posisinya sebagai penyedia keamanan utama ASEAN.Dampak psikologis dari negara Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal induk tidak boleh diremehkan—hal itu akan memaksa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina untuk mengkalibrasi ulang strategi maritim mereka.Bagi Washington, kapal induk Indonesia akan menjadi aset mitra yang berharga dalam mempromosikan “keamanan maritim kolektif” tanpa mengikat Jakarta terlalu erat dengan aliansi yang dipimpin AS, sehingga menjaga kebijakan otonomi strategis Indonesia yang dijunjung tinggi.Namun, bagi Beijing, akuisisi Jakarta akan dilihat sebagai penegasan langsung kemerdekaan maritim pada saat Cina berupaya memperluas pengaruhnya di Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia.Oleh karena itu, langkah tersebut akan memposisikan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang di Indo-Pasifik, yang dapat melibatkan Washington dan Beijing sesuai keinginannya sendiri sambil mengamankan jalur kehidupan kepulauannya dari paksaan eksternal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.