Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gammi Bawis, Persembahan Kuliner Legendaris Primadona Perairan Bontang Kuala

📅 Senin, 18 Agu 2025, 17:47 WIB | Oleh:
Gammi Bawis, Persembahan Kuliner Legendaris Primadona Perairan Bontang Kuala Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
Ket. Sajian kuliner gammi bawis yang langsung dimasak dan dihidangkan di atas cobek.

BONTANG, KALIMANTAN TIMUR - Rasa penat menempuh perjalanan darat sejauh 118 kilometer dari Samarinda menuju Bontang, Kalimantan Timur luruh seketika saat aroma laut bercampur kuliner khas bahari mulai menyapa.

Deretan ratusan rumah panggung yang berbaris di atas air, dihubungkan oleh titian-titian ulin, seakan menarik siapa pun untuk melangkah lebih jauh ke dalam, menelusuri denyut kehidupan pesisir yang otentik di perkampungan terapung Bontang Kuala yang telah ada pada era 1920.

Sebelum kaki sepenuhnya menapaki jembatan utama, sebuah rumah makan tak jauh dari gerbang masuk seolah memanggil. Dari sinilah jejak rasa dimulai, perkenalan dengan karya kuliner yang menjadi jiwa dari Kota Taman ini: gammi.

Gugahan selera semakin meluap ketika sebuah hidangan tersaji di meja, bukan di atas piring biasa, melainkan dalam cobek tanah liat yang masih panas mendidih. Letupan-letupan kecil dari sambal yang membara membuat santapan ini semakin wangi, menguarkan aroma pedas dan gurih yang seketika memenuhi udara.

Inilah dia, gammi bawis, persembahan kuliner di mana sambal gammi yang legendaris bertemu dengan ikan bawis, primadona perairan Bontang.

Satu suapan pertama menggiurkan rasa. Tekstur sambal yang sengaja dibuat kasar berpadu sempurna dengan terasi khas Bontang yang diolah oleh masyarakat setempat. Rasa pedas, asam segar dari tomat, dan gurihnya bawang merah memanjakan lidah.

Ikan bawis yang masih mentah diletakkan di atas cobek bersama ulekan sambal, lalu dimasak langsung di atas kompor. Proses ini membuat ikan matang perlahan oleh panasnya sambal, menghasilkan kecapan segar.

Penggunaan cobek dari tanah liat bukanlah sekadar wadah, melainkan bagian krusial dari resep itu sendiri.

20250818174300_6132071069771746271.jpeg

Sambal gammi juga lezat disajikan dengan hidangan laut lainnya, seperti cumi hingga udang. Antara/HO-Cafe Batavia Bontang.

"Kalau tidak pakai cobek, tidak enak. Ada rasa yang berbeda dan harum," ujar Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur yang sebelumnya lama berdinas di Bontang.

Panas yang tersimpan lama di tanah liat tidak hanya menjaga hidangan tetap hangat, tetapi juga mengeluarkan aroma khas yang tak bisa ditiru oleh wajan logam mana pun.

Gammi Bawis bukanlah hidangan yang baru diciptakan untuk pariwisata. Ia adalah warisan yang berakar kuat dalam keseharian masyarakat Bontang Kuala.

Menurut penuturan warga setempat, hidangan ini adalah makanan sehari-hari bagi orang terdahulu. Bahan utamanya pun sangat sederhana, hanya tomat, lombok dan bawang merah.

"Karena dulu gammi dimakan dengan singkong juga," tuturnya, mengisahkan kesederhanaan di masa lampau. Istilah sambal gammi sendiri sudah dikenal sejak lama, lahir dari filosofi sederhana "kalau makan tanpa sambal itu tidak enak."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

52 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.