Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bebek Bumbu Hitam Krim Asam, Saat Kuliner New Zealand-Indonesia Berpadu di Perayaan Matariki

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 19:48 WIB | Oleh:
Bebek Bumbu Hitam Krim Asam, Saat Kuliner New Zealand-Indonesia Berpadu di Perayaan Matariki Doc: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Ket. Bebek goreng bumbu hitam yang disajikan bersama sambal mangga sour cream khas New Zealand.

JAKARTA - Kedutaan Besar New Zealand di Indonesia bersama New Zealand Trade and Enterprise (NZTE) menggelar perayaan Matariki atau Tahun Baru Māori di Jakarta, Selasa (30/6) dengan mengangkat tema perpaduan kuliner Indonesia yang menggunakan produk-produk asal New Zealand.

Dalam perayaan tersebut, para tamu disuguhi hidangan hasil kolaborasi cita rasa Indonesia dengan bahan pangan premium dari New Zealand, mulai dari produk olahan susu, daging sapi, buah-buahan, madu, hingga berbagai produk pangan lainnya.

Duta Besar New Zealand untuk Indonesia Phillip Taula mengatakan tema kuliner yang diusung pada perayaan tahun ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hubungan baik antara New Zealand dan Indonesia.

“Kami sangat senang dapat berbagi tradisi ini dengan Indonesia. Tahun ini, kami ingin menghormati dan merayakan hubungan baik kedua negara dengan mengajak para tamu merasakan perpaduan cita rasa, sebuah representasi nyata dari bertemunya kedua budaya kita,” katanya.

Taula menjelaskan bahwa Matariki merupakan momen untuk merefleksikan masa lalu, merayakan masa kini, dan menyongsong masa depan dengan penuh harapan.

Matariki merujuk pada gugusan bintang Pleiades. Muncul di langit malam pada pertengahan musim dingin, kehadiran gugusan bintang ini menandai dimulainya Tahun Baru dalam kalender lunar tradisional Māori, Maramataka.

“Matariki memberikan kesempatan bagi kita untuk merenungkan masa lalu, merayakan masa kini, dan menatap masa depan dengan penuh harapan,” ucapnya.

Taula menambahkan hubungan bilateral kedua negara tidak hanya terjalin dalam bidang budaya, tetapi juga perdagangan, ekonomi, pendidikan, serta kerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Ia mengatakan masyarakat Indonesia juga semakin mengenal dan mengonsumsi produk pangan asal New Zealand, seiring dengan berkembangnya hubungan perdagangan kedua negara.

Dalam jamuan tersebut, hidangan Indonesia dipadukan dengan berbagai produk pangan asal New Zealand sebagai bagian dari konsep fusion yang diangkat dalam perayaan Matariki tahun ini.

Salah satu menu yang disajikan adalah asinan Betawi dengan tambahan merek sour cream dan parmesan grated cheese kenamaan asal New Zealand, yang memberikan cita rasa gurih dan segar pada hidangan tradisional tersebut.

Selain itu, tersedia laksa sayur yang menggunakan krim masak dan susu bubuk fortifikasi sehingga menghasilkan kuah yang lebih ringan tanpa menghilangkan karakter rempah khas Indonesia.

Menu lainnya adalah bebek goreng bumbu hitam yang disajikan bersama sambal mangga sour cream. Perpaduan rasa asam, manis, dan pedas dari saus tersebut melengkapi cita rasa bumbu hitam yang kaya rempah.

Para tamu yang terdiri dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, mantan Duta Besar Indonesia untuk New Zealand Tantowi Yahya juga disuguhi keciwis goreng yang disiram madu manuka, salah satu produk khas New Zealand. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tok! Singapura Resmi Naikkan Tarif Listrik 17 Persen

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tok! Singapura Resmi Naikka...

BMKG: Suhu Udara Indonesia Masih Normal

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: Suhu Udara Indonesia ...

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menteri UMKM: Ojol Resmi Ja...
Nasional
Kemkomdigi Tutup Masa Sangg...
Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.