Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Pati Sudewo Dinilai Arogan, Begini Respons Presiden Prabowo dan Gerindra

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 10:23 WIB | Oleh:
Bupati Pati Sudewo Dinilai Arogan, Begini Respons Presiden Prabowo dan Gerindra Doc: Antara
Ket. Suasana sidang paripurna pembentukan pansus hak angket menyusul aksi unjuk rasa yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur, di ruang sidang DPRD Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).

JAKARTA - Pengurus pusat DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menyebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sugiono telah membina Bupati Pati Sudewo, yang merupakan kader Gerindra, terutama menyangkut sikap Sudewo yang dinilai banyak warga Pati arogan sehingga memicu aksi protes massa, Rabu.

Prasetyo, yang juga Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra, juga menyebut telah membina secara langsung Bupati Sudewo.

"Gerindra secara internal, kebetulan karena kami juga berada di partai yang sama, itu kami lakukan. Pembinaan itu kita lakukan baik dari Pak Sekjen, Pak Sugiono, maupun melalui Ketua DPP, kami sendiri pun juga selaku ketua organisasi juga melakukan proses pembinaan," kata Prasetyo Hadi saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Jakarta, Rabu.

Pembinaan yang dimaksud oleh Prasetyo, dia menyebutkan, salah satunya imbauan agar sebagai seorang pejabat publik, setiap kader partai harus senantiasa berhati-hati terutama dalam bersikap dan bertutur kata di hadapan publik, apalagi itu menyangkut kebijakan yang kemudian memancing reaksi publik.

"Sebagai pejabat publik apalagi juga membawa nama baik partai di situlah memang kita harus berhati-hati dan dalam perjalanannya juga kita lihat Pak Bupati juga menyampaikan permohonan maaf ya terhadap statement Beliau yang mungkin itulah yang menyebabkan munculnya dinamika yang terjadi sekarang di Kabupaten Pati," kata Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo menyebut Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, juga telah memonitor situasi di Pati terutama setelah kebijakan Sudewo menaikkan pajak bumi dan bangunan hingga 250 persen diprotes masyarakat, dan akhirnya kenaikan itu pun dibatalkan.

Presiden Prabowo, Prasetyo menyebutkan, juga menyayangkan situasi di Pati itu.

Seratusan ribu massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati, Pati, Jawa Tengah, Rabu, untuk berunjuk rasa menuntut Sudewo mundur.

Aksi itu kemudian berujung ricuh terutama saat Bupati Sudewo muncul di tengah-tengah massa dan hendak mendengarkan aspirasi demonstran.

Akan tetapi, kehadiran Sudewo kemudian memicu kemarahan publik terlihat dari aksi lemparan sandal dan botol plastik air minum kemasan ke arah Sudewo. Kepolisian kemudian membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, dan menangkap 11 demonstran yang diyakini berlaku sebagai provokator.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.