Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Stunting, Yogyakarta Jadi Target Skrining Kesehatan Anak Nasional

📅 Senin, 27 Okt 2025, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Stunting, Yogyakarta Jadi Target Skrining Kesehatan Anak Nasional Doc: Antara
Ket. Pemeriksaan tumbuh kembang dan penilaian status gizi dalam rangkaian "Festival Sehat Ceria si Kecil" inisiasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta, K-24 Group dan Sarihusada di Taman Pintar Gondomanan Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).

JAKARTA - Yogyakarta menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan skrining kesehatan anak nasional yang dinilai berhasil mencegah stunting baru dengan memperkuat deteksi dini dan tumbuh kembang hingga penilaian status gizi anak usia prasekolah di atas satu tahun.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan stunting khususnya di Yogyakarta sedang menjadi fokus pemerintah, dan kegiatan skrining kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak memperoleh pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

"Fokus kami dalam menurunkan stunting ialah dengan mencegah angka stunting baru. Kota Yogyakarta, kami bersyukur karena prevalensi stunting telah menurun menjadi 10,49 persen. Tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen," kata dia.

Sebanyak 1.200 orang anak usia prasekolah menjalani pemeriksaan tumbuh kembang dan penilaian status gizi dalam rangkaian Festival Sehat Ceria si Kecil inisiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama K-24 Group dan Sarihusada.

Dalam kegiatan yang digelar di Taman Pintar Gondomanan Yogyakarta itu juga dilangsungkan pemberian bantuan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak di atas satu tahun yang terindikasi stunting sesuai rekomendasi dokter.

“Pencegahan perlu dilakukan dimulai fase pranikah dengan prakonsepsi serta pemenuhan nutrisi yang seimbang, contohnya untuk ibu hamil dan anak di atas dua tahun, minum susu merupakan hal penting, termasuk mendapatkan nutrisi penting. Dengan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui sejak dini bila ada masalah gizi atau tumbuh kembang,” katanya.

Menurut Hasto, keberhasilan pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Yogyakarta hingga penurunan kasus di bawah target nasional pada 2025 sebesar 18,8 persen itu merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan dukungan masyarakat dalam memperluas edukasi gizi keluarga.

Pemkot Yogyakarta berharap kegiatan kolaborasi lintas sektor seperti itu dapat semakin digencarkan dan juga menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya bersama mengentaskan kasus stunting di Indonesia.

Sementara itu CEO K-24 Group Gideon Hartono mengatakan pelaksanaan skrining di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi keluarga nasional yang sedang mereka gencarkan.

Skrining kesehatan tersebut mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta konsultasi dengan dokter anak dan ahli gizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Pemerintah Kabupaten Kubu R...
Daerah
Kemiri NTB Dibidik Jadi Kom...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.