Ritel Siap Panen, Hippindo Optimistis ISF 2026 Genjot Penjualan hingga 20 Persen
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Festival belanja menjadi salah satu instrumen efektif untuk mendorong kenaikan transaksi ritel, terutama pada periode ketika konsumsi masyarakat cenderung melambat.
Melalui berbagai promosi, diskon, dan kolaborasi dengan pelaku UMKM, festival belanja mampu menarik lebih banyak konsumen sekaligus meningkatkan perputaran uang di sektor perdagangan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku ritel, tetapi juga menjalar ke sektor logistik, pariwisata, dan jasa.
Agar efeknya lebih berkelanjutan, festival belanja perlu diintegrasikan dengan platform digital, agenda pariwisata, dan program pemberdayaan UMKM sehingga mampu menciptakan pertumbuhan konsumsi yang lebih kuat dan merata.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan program diskon dalam Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 mampu meningkatkan penjualan ritel sekitar 10 hingga 20 persen pada produk-produk pelaku UMKM di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau ada program diskon, biasanya penjualan produk yang dipromosikan bisa naik sekitar 10 sampai 20 persen,” kata Budihardjo dalam acara pembukaan pembukaan ISF 2026 di K Mall, Jakarta, Jumat (7/8).
Ia memperkirakan program diskon mampu meningkatkan penjualan sekitar 10 hingga 20 persen pada produk yang dipromosikan. Secara keseluruhan, kenaikan transaksi ritel diperkirakan berada di kisaran 10 persen, meski sebagian konsumen beralih membeli produk yang sedang didiskon.
Budihardjo mengatakan untuk menarik minat konsumen, para peritel menyiapkan berbagai program promosi. Potongan harga tidak diberikan untuk seluruh produk, tetapi difokuskan pada sejumlah barang unggulan agar tetap menarik tanpa mengganggu struktur harga secara keseluruhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Potongan harga juga tidak hanya berlaku pada produk fashion namun juga pada produk ritel lainnya seperti restoran yang bisa menerapkan paket dengan harga murah dan bisa digabungkan dengan tema hari kemerdekaan yang bertepatan dengan bulan terselenggaranya ISF 2026.
Ia mengatakan peritel juga bisa memberikan kemudahan transaksi dengan kartu kredit dengan cicilan 0 persen yang dapat menggaet minat masyarakat untuk berbelanja agar perputaran roda ekonomi terus berjalan.
“Jadi ya memang itu biasa sih kita lakukan seperti itu. Ada yang dijual murah, ada. Kalau restoran ada paket murah juga, jadi nggak harus baju ya. Kan kami retail ada salon atau apa, mungkin 81 persen, 81 tahun kan ini, jadi bisa 80 plus 1 atau 81 ribu,” katanya.
Ia menjelaskan ISF diselenggarakan bulan Agustus juga menghidupkan kembali aktivitas belanja sekaligus mendukung gerakan Belanja di Indonesia Aja, karena biasanya pada periode ini dikenal sebagai musim sepi (low season) bagi industri ritel setelah berakhirnya libur sekolah.
Budihardjo juga mengatakan ISF 2026 juga diharapkan dapat menggaet kembali kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan harga sejumlah komoditas yang perlu didukung dengan stimulus yang membangkitkan niat konsumen untuk berbelanja produk terutama di dalam negeri.
“Makanya kami selalu statement, ayo lah situasi harus dibuat stabil karena isu aja udah bikin orang menahan beli. Orang kalau banyak nabung, nahan beli karena khawatir itu akan mengganggu sektor konsumsi, intinya orang itu harus yakin ke depan itu nggak ada apa-apa,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!