Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Prihatin Krisis Kemanusiaan di Sudan Kian Memburuk

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 21:00 WIB | Oleh:
PBB Prihatin Krisis Kemanusiaan di Sudan Kian Memburuk Doc: AFP

NEW YORK - Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (4/8) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik, bertambahnya korban sipil, dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Sudan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) memberikan pembaruan mengenai tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di berbagai penjuru negara itu.

"Rekan-rekan humanitarian kami menyampaikan bahwa pertempuran sengit terus terjadi di Negara Bagian Darfur Utara, dengan banyak laporan mengenai korban sipil dalam beberapa hari terakhir," kata OCHA. Badan PBB itu menambahkan bahwa di El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara, bentrokan meletus pada Jumat (1/8) dan Sabtu (2/8), menyusul pertempuran sebelumnya antarkelompok bersenjata, termasuk di sekitar kamp pengungsi Abu Shouk.

Kamp tersebut saat ini menampung 25.000 orang.

OCHA menyebutkan bahwa setahun setelah bencana kelaparan terkonfirmasi di Zamzam, sebuah kamp pengungsi lain di pinggiran El Fasher, kota tersebut masih terkepung, dan warganya menghadapi kelaparan. Tidak ada pengiriman bantuan makanan melalui jalur darat (jalan) selama lebih dari setahun.

Di Negara Bagian Kordofan Utara, Kota Um Sumeima dilaporkan beberapa kali "berpindah tangan" dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan betapa tidak stabilnya garis depan, ungkap OCHA. Warga sipil tetap terjebak dan akses mereka terhadap bantuan sangat terbatas.

OCHA juga melaporkan bahwa wabah kolera terus menyebar dengan cepat di Darfur.

Di Darfur Utara, khususnya di wilayah Tawila, hampir 1.200 kasus kolera telah dilaporkan sejak akhir Juni, termasuk sekitar 300 kasus pada anak-anak dan setidaknya 20 kematian.

Di Darfur Selatan, otoritas kesehatan mencatat lebih dari 1.100 kasus dugaan kolera dan 64 kematian sejak akhir Mei, dengan laporan terbaru menunjukkan tingkat kematian kasus lebih dari 6 persen. Kelangkaan pasokan medis, air bersih, dan layanan sanitasi sangat menghambat respons kemanusiaan, kata OCHA.

Di Negara Bagian Khartoum, OCHA melaporkan konfirmasi keberadaan ranjau darat di berbagai lokasi. Ranjau antipersonel dan antikendaraan ditemukan di Mogran, Omdurman, dan Bahri.

"Ranjau-ranjau ini tidak hanya melukai dan membunuh warga sipil, tetapi juga menghalangi akses menuju layanan kesehatan, pasar, dan bantuan kemanusiaan," lanjut OCHA.

OCHA menyebutkan bahwa banjir di Negara Bagian Nil Biru telah menyebabkan lebih dari 100 orang mengungsi di Ed Damazine, ibu kota negara bagian tersebut, serta menghancurkan sedikitnya 200 tenda di kamp Al-Karama pada Jumat. Ini menjadi tantangan terbaru yang dihadapi orang-orang yang mengungsi dari rumah mereka akibat konflik.

"Di tengah krisis yang bertumpang tindih ini, OCHA sekali lagi menyerukan akses kemanusiaan yang berkelanjutan di seluruh Sudan dan peningkatan dukungan internasional bagi masyarakat rentan di negara tersebut," kata badan kemanusiaan itu. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.