Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Natuna: Plastik Berbayar Jadi Solusi Tekan Biaya Pedagang

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Natuna: Plastik Berbayar Jadi Solusi Tekan Biaya Pedagang Doc: ANTARA
Ket. Aktivitas berbelanja di ritel yang mengharuskan pembeli membawa kantong sendiri untuk belanjaannya.

NATUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menilai pemberlakuan kantong plastik berbayar, di setiap transaksi jual beli, dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya operasional pedagang, di tengah kenaikan bahan baku plastik.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, di Natuna, Minggu (24/5), mengatakan kenaikan harga bahan baku plastik menyebabkan sejumlah barang ikut mengalami kenaikan harga.

Kondisi tersebut membuat pedagang dan pelaku usaha kecil kesulitan karena harga kantong plastik juga terdampak, sehingga menekan omzet usaha.

"Setiap pembelian di toko, penjual dapat memberikan pilihan kepada pembeli. Jika ingin menggunakan kantong kresek, maka akan dikenakan biaya tambahan di luar harga barang yang dibeli,” ucapnya.

Menurut dia, bukan hanya kantong plastik, berbagai bahan pangan yang dikemas menggunakan plastik juga mengalami kenaikan harga. Kondisi ini terjadi secara nasional bahkan global. Karena itu, ia berpendapat penyelesaiannya perlu dilakukan bersama agar, solusi memberikan dampak positif bagi setiap daerah.

Di sisi lain, menurut dia, fenomena tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mencari alternatif agar kenaikan harga produk tetap wajar bagi konsumen dan tidak merugikan perusahaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

Selain itu, kondisi ini juga dinilai menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengubah pola hidup agar tidak menggunakan produk berbahan plastik secara berlebihan.

“Masyarakat bisa menggunakan tas belanja berbahan kain atau bahan lain yang dapat dipakai berulang kali,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.