Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Agam Bagikan Ribuan Masker Usai Gunung Marapi Erupsi

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Pemkab Agam Bagikan Ribuan Masker Usai Gunung Marapi Erupsi Doc: ANTARA/HO-BPBD Agam.
Ket. Satgas BPBD Agam Sumbar saat membagikan masker ke pelajar di Kecamatan Sungai Pua, Rabu (23/7).

Lubuk Basung -- Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat membagikan ribuan lembar masker ke warga yang tinggal sekitar Gunung Marapi dalam mengantisipasi infeksi saluran pernapasan akut usai gunung tersebut erupsi pada Rabu pagi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Budi Perwira Negara di Lubuk Basung Rabu mengatakan,  ribuan masker itu dibagikan ke masyarakat yang tinggal sekitar Kecamatan Canduang dan Sungai Pua.

"Masker kita bagikan ke masyarakat dan pelajar di daerah itu usai gunung tersebut erupsi. Dua kecamatan tersebut daerah terdampak erupsi itu," katanya.

Ia menjelaskan, masker dibagikan ke masyarakat agar mereka terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut.

Ini mengingat daerah tersebut diselimuti debu yang memiliki partikel vulkanik, karena lokasi tertutup awan dengan kondisi gelap.

"Dengan kondisi itu, kita membagikan masker sehingga bisa melindungi masyarakat dari infeksi saluran pernapasan akut," katanya.

Ia menambahkan, Gunung Marapi mengalami erupsi pada Rabu (23/7) pada pukul 07.23 WIB, dengan letusan setinggi 1.600 meter di atas puncak atau 4.491 meter di atas permukaan laut.

Karena itu, Budi mengimbau warga agar  meningkatkan kewaspadaan agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, memakai masker saat berpergian dan lainnya.

"Jangan keluar rumah dan gunakan masker saat berpergian agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut," katanya.

Ia mengakui telah melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVNBG).

Saat ini Gunung Marapi berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung dan pendaki atau pengunjung wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (kawah verbeek) Gunung Marapi.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung agar tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.