Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASUS Naikkan Harga Produk pada 2026 Imbas Meroketnya Harga RAM Global

📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:13 WIB | Oleh:
ASUS Naikkan Harga Produk pada 2026 Imbas Meroketnya Harga RAM Global Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Produk laptop ASUS ExpertBook PM3.

JAKARTA - ASUS Indonesia memastikan akan ada penyesuaian harga pada sejumlah perangkatnya terutama di segmen consumer pada 2026, menyusul kenaikan harga komponen global seperti RAM yang juga berdampak ke banyak merek teknologi lainnya.

“Pasti, kalau naik (harga) pasti. Kalau consumer pasti naik, karena mereka sudah tidak bisa subsidi silang.” ujar Country Commercial Product Marketing ASUS Indonesia Aldy Ramadiansyah di Jakarta, Selasa (30/12).

Manajemen ASUS Indonesia menyebutkan, pihaknya saat ini masih menunggu persetujuan dari kantor pusat terkait pengumuman resmi kenaikan harga tersebut. Meski demikian, secara internal ASUS sudah menyiapkan skema penyesuaian harga.

“Sekarang kami masih menunggu dan meminta saran ke ASUS pusat terkait penyesuaian harga. Kami juga sudah siap membuat announcement (pengumuman), sekarang masih menunggu persetujuan dari pusat, karena merek-merek lain sudah melakukan announcement harga berubah.” kata Aldy.

Mengenai besaran kenaikan harga produk ASUS, mulai dari ponsel hingga laptop, belum dapat dipastikan, namun perusahaan menyebut kenaikan sejalan dengan tren pasar yang saat ini sudah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah merek lain.

ASUS menegaskan bahwa penyesuaian harga bukan keputusan sepihak di tingkat lokal, melainkan mengikuti dinamika global dan kebijakan kantor pusat seiring meningkatnya biaya produksi perangkat.

Diketahui, terjadi kenaikan harga pada komponen RAM (Random Access Memory), yang juga berdampak pada harga SSD (Solid State Drive), disebut-sebut dipicu oleh lonjakan permintaan besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Proyek infrastruktur AI membutuhkan memori sangat banyak, membuat pasokan untuk perangkat konsumen (PC, laptop, HP) menjadi langka dan harga melonjak drastis sejak pertengahan 2025 dan diprediksi berlanjut di 2026.

Mengutip PCGamer pada akhir November lalu, CyberPowerPC menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengumumkan dampak kenaikan harga secara terbuka. Perusahaan teknologi tersebut mengungkap bahwa harga RAM melonjak 500 persen, sementara harga SSD naik 100 persen. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.