Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaya Hidup Orang Kaya Boros Energi, Tapi Orang Miskin yang Menanggung Dampaknya: Di Mana Keadilan Iklim?

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kedua, soal portofolio investasi. Banyak orang kaya menanamkan uang mereka di sektor tinggi emisi seperti batu bara dan industri berat. Riset yang dilakukan Chancel membuktikan bahwa sebagian besar emisi yang dihasilkan 1% orang kaya berasal dari hasil investasi tak ramah lingkungannya.

Beberapa nama besar dalam daftar orang terkaya di Indonesia mendapatkan kekayaan dari usaha tambang batu bara, seperti Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources Tbk; keluarga Widjaja yang menguasai Sinar Mas Group; dan Garibaldi Thohir, pendiri emiten PT Adaro Energy Indonesia Tbk.

Ogah tinggalkan gaya hidup tinggi emisi

Gaya hidup mewah para elite sebenarnya jadi kunci pengurangan emisi global. Sayangnya, kebanyakan enggan mengubah gaya hidup nyaman mereka menjadi lebih ramah lingkungan, meski krisis iklim semakin nyata.

Riset Duncan, Hjelmskog, dan Papies di United Kingdom (UK) dengan judul “I can’t compromise the quality of my life I’m sorry” telah membuktikan hal ini.

Hasilnya, 69% responden orang kaya di UK enggan membatasi perjalanan udara mereka secara sukarela menjadi satu kali dalam tiga tahun. Ketika wacana ini dijadikan kebijakan pemerintah, angka penolakan melonjak menjadi 78%.

Sikap serupa juga muncul saat wacana pembatasan mobil pribadi. Sebanyak 65% menolak melepas kepemilikan mobil mereka. Jika jadi aturan resmi, 73% menyatakan tidak setuju.

Di Indonesia, situasi dan dinamikanya serupa. Di Jakarta, meski transportasi publik terus diperluas, kendaraan pribadi tetap menjadi primadona dengan laju pertumbuhan penjualan kendaraan pribadi yang selalu positif. Tidak sedikit di antara warga Jabodetabek bahkan memiliki dua hingga tiga mobil hanya untuk menghindari aturan ganjil-genap.

Sementara itu, dampak perubahan iklim—seperti, gagal panen, banjir, kekeringan, dan bencana alam lainnya—akan semakin parah dan meluas.

Akibatnya, banyak orang, terutama yang sudah rentan secara ekonomi, akan kehilangan sumber penghasilan, tempat tinggal, dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Riset dari Bank Dunia menunjukkan bahwa, tanpa perubahan iklim, penduduk dunia yang mengalami kemiskinan ekstrem akan menyentuh angka 313,5 juta jiwa. Sebagian besar di antara mereka berada di kawasan sub-Sahara Afrika, Asia Selatan, Asia Timur dan Pasifik, dan Amerika Latin dan Karibia.

Dengan adanya perubahan iklim, penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem diprediksi akan bertambah menjadi 100,7 juta jiwa.

Kebijakan iklim harus lebih berkeadilan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.